Foto : Komisioner KPU Kepulauan Mentawai. Sabtu, (28/02/2020).
MENTAWAI. FIGURNEWS.COM- Menjelang Pilkada 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepuluan Mentawai berikan Bimbingan Teknis (Bimtek) usai pelantikan terhadap 50 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 10 kecamatan kabupaten kepulauan Mentawai.
“Tahapan pertama yang kita lakukan setelah pelantikan ini adalah memberikan pelatihan terhadap PPK. Selanjutnya sekretariat dan dan PPS pada tanggal 22 Maret 2020 mendatang,” ungkap Divisi Sosialisasi, pendidikan pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Fernando Gultom kepada Wartawan di hotel Graha Viona, Jl. Raya KM-06, desa Sipora jaya, kecamatan Sipora utara, (28/02/2020).
Selanjutnya dikatakan Nando pada Bimtek pembekalan dasar ini PPK diberikan pemahaman tentang Undang-undang nomor 10 tahun 2016 dan Peraturan PKPU nomor 3 tahun 2015 telah diubah menjadi Peraturan PKPU nomor 13 tahun 2017 tentang pemilihan Kepala Daerah.
“Disini kita jelaskan apa itu tupoksi, wewenang dan tanggung jawab PPK dan Sekretariat sebagai penyelenggara Pemilu. Lalu ditambahkan dengan komisioner lain KPU tentang sistem verifikasi faktual, data pemilih dan kode etik penyelenggara,” tambahnya.
Tujuan Bimtek ini dikatakan sebagai modal utama bagi PPK sebagai penyelenggara Pemilu. Selanjutnya membangun komunikasi dengan waktu 9 bulan. Sebelumnya, ada PPK yang masih menggunakan UUD Pemilu nomor 7 tahun 2017. Artinya sekarang PPS lebih aktif dari pada PPK.
Kemudian hal yang perlu diperhatikan kendala-kendala yang selama ini dialami KPU seperti transportasi dan komunikasi. Salah satunya, penyesuaian jadwal kapal saat turun kelapangan. Ketika adanya undangan PPK menuju KPU. Alasannya terkait letak geografis Mentawai yang merupakan daerah kepulauan.
“Maka dengan kondisi seperti itu diharapkan kepada PPK agar tidak menunggu. Usahakan agar pro aktif dengan cara mencari jaringan untk memberikan informasi kepada KPU. Terkadang, ketika kita kontak mereka dalam keadaan tidak ada sinyal,” paparnya.
Sementara itu menurut salah satu PPK Sipora utara, Asrial Samaloisa bahwa menjabat sebagai PPK merupakan pengalaman pertama bagi dia. Tentu ini menjadi hal baru yang perlu butuh pembelajaran secara maksimal.
“Sesuatu yang baru itu memang membingungkan tetapi itu harus dipelajari. Ini merupakan suatu tanggung jawab yang baru sebagai PPK. Dan ini menjadi daya tarik yang harus dipelajari dan mesti harus dicoba,” ujarnya.
Menurutnya yang mesti jadi pembelajaran pertama adalah mengenali wilayah di 6 desa di Sipora utara. Dan mempelajari tugas PPK itu sendiri.
Begitu juga menurut salah satu PPK kecamatan Siberut barat, Robin mengatakan, Siberut barat memiliki medan yang cukup berat, tidak akan terasa apabila dilaksankan dengan kerja sama dengan tim.
Mengenai akses internet saat ini di kecamatan Siberut barat dikatakan telah ada, begitu juga dengan 3 desa disana. Maka melalui koordinasi dan tanggung jawab disetiap tupoksi dikatakan ruben semua akan berjalan baik. (ev)
Tags:
Kabupaten Mentawai