Foto: Kepala DKPP Mentawai, Hatisama Hura dan Kepala Desa Nemnem Leleu, Balsanus dan Ketua Kelompok Tani, Damsar beserta rombongan saat meninjau hasil pembangunan irigasi di Desa Nemnem Leleu.
MENTAWAI. FN- Dalam upaya peningkatan hasil pertanian di kepulauan Mentawai, Pemerintah setempat terus berupaya membangun sarana dan prasarana pertanian, diantaranya embung dan saluran irigasi.
Menurut data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mentawai saat ini terdapat 2 embung dan 5 saluran irigasi di 4 kecamatan Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Dua embung itu tersebar di dua kecamatan yakni, Desa Matobe di Kecamatan Sikakap dan Desa Malancan di Kecamatan Siberut Utara.
Sementara lima saluran irigasi tersier itu tersebar di tiga kecamatan yakni, Desa Sidomakmur, Desa Goisooinan di Kecamatan Sipora Utara, Desa Nemnem Leleu di Kecamatan Sipora Selatan, Desa Saibi di Kecamatan Siberut Tengah dan Desa Katurei di Kecamatan Siberut Barat Daya.
Menurut Kepala DKPP Mentawai, Hatisama Hura bahwa terdapat dua sumber kegiatan instansi untuk pembangunan irigasi tersebut yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mentawai di Bidang Pengelola Sumber Daya Air atau PSDA dan DKPP Mentawai.
"Kita (DKPP) hanya membangun irigasi tersier atau saluran pembagi di bawah teknis (PUPR), kita hanya mengerjakan irigasi yang sewa kelola dari kementan artinya, kita hanya menyambung yang dikerjakan PUPR," ungkapnya kepada Wartawan. Kamis, (20/01/2022).
Hatisama Hura menyebutkan pada tahun 2021 lalu, terdapat tiga titik pembangunan irigasi di 3 kecamatan yakni, di Desa Sidomakmur, Kecamatan Sipora Utara, Desa Nemnem Leleu, Kecamatan Sipora Selatan dan Desa Toro Laggok Katurei, Kecamatan Siberut Barat Daya.
Dikatakan rencana pembangunan irigasi pada tahun 2021 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. "Irigasi yang kita buat saat ini lebih tinggi dari irigasi sebelumnya, itu bertujuan agar saluran air lebih tinggi dari sawah itu," tambahnya.
Selain pemanfataan irigasi untuk persawahan, Kepala DKPP itu juga menyarankan untuk memanfaatkan irigasi untuk kegiatan pertanian lain seperti, berkebun dan berternak.
Ia berharap dengan dibangunnya irigasi di beberapa tempat tersebut, hasil produksi padi semakin meningkat setiap tahun. Selanjutnya dengan dibangunnya saluran irigasi, petani dapat menghasilkan padi 3 kali per tahun.
Pihaknya berkomitmen kedepan agar adanya wilayah kecamatan di Mentawai yang menjadi penghasil lumbung padi terbanyak. Selanjutnya wilayah tersebut dijadikan sebagai tempat produksi padi bagi ketahanan pangan Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Sementara itu dikutip dari berita fajarsumbar.com bahwa pada tahun 2019 lalu, terdapat enam lokasi pembangunan dan peningkatan irigasi Dinas PUPR yakni di Sigapokna, Kecamatan Siberut Utara, Pembangunan irigasi di Sagitsi, Kecamatan Sipora Selatan.
Selanjutnya peningkatan jaringan irigasi di Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara, pembangunan irigasi di Manganjo, Kecamatan Pagai Utara, peningkatan jaringan irigasi di Desa Matobe Kecamatan Sikakap dan peningkatan jaringan irigasi di Dusun Silaoinan Desa Taikako. (ev)