Padang(Sumbar) FN- Babinsa Koramil 06/Koto Tanggah Serda Herizal, Koptu Sunarto serta Tem POPT ( Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman ) Kota Padang, bersamma ketua Poktan Sumber Makmur Bpk Syafril, mendampingi Pasibakti TNI Rem 032/Wbr Myr Inf Misno. meninjau perkembangan tanaman padi sawah menggunakan Bios 44 di Demplot Padi sawah Korem 032/Wbr Kel. Anak Air kec. Koto Tangah,Rabu(11/9/2019)
Dalam ke giatan ini Babinsa menjelaskan ke awak media Figurnews. Com bahwa Pasibakti TNI Rem 032/Wbr Myr Inf Misno meninjau perkembangan tanaman Padi sawah yang menggunakan Bios 44 di demlot Korem 032/Wbr degan luas 1 hektar degan umur padi 50 hari
Menurut Babinsa Serda Herizal kegiatan kali ini sagat mencegangkan karna banyak perubahan dan perbedaan Dari pantauan dilapangan, tanaman padi Demlot Korem 032/Wbr ini dengan masa tanam sama (Saat ini berumur 50 hari) terlihat perbedaan hasil yang cukup signifikan antara padi yang menggunakan BIOS 44 dan tanaman padi Non BIOS 44.
Padi yang menggunakan Bios 44 terlihat jelas perbedaan nya antaralain
pertumbuhan pesat, Warna daun hijau merata, Buah padi sudah mulai keluar, Rumpun padi lebih banyak, Batang dan daun padi tetap segar walaupun pengairan tidak normal
Sedangkan Padi tampa menggunakan Bios 44Pertumbuhan lambat, Warna daun kekuningan, Buah padi belum keluar, Rumpun padi lebih sedikit, Lahan harus mendapat pengairan yang cukup
Jadi kesimpulannya adalah BIOS 44 sekali lagi membuktikan dapat diandalkan untuk meningkatkan hasil pertanian karena semua unsur yang dibutuhkan tanah dan tanaman ada didalam BIOS 44. Perlu ditekankan disini bahwa BIOS 44 itu bukan pupuk tetapi dekomposer yang kegunaanya lebih dari pupuk.
Hasil penelitian langsung di lapangan ini menunjukkan mikroorganisme yang terkandung dalam produk BIOS 44 mampu membentuk proses biodegradasi dengan perantara enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme pendukung BIOS 44.
Dimana mikroorganisme ini bersifat katalisator yang menghasilkan zat kapur yaitu Kalsium Karbonat (CaCO3) sehingga akan membentuk ikatan kimia antar butiran tanah yang pada akhirnya menghasilkan kemampuan untuk meningkatkan pH tanah dari yang bersifat asam kembali menjadi normal.pungkasnya(Fella)
Tags:
Koramil 06/Koto Tangah
