Pasar Sioban Bakal Hidup Kembali, Saat Ini Pengerjaan Capai 20 Persen

Foto : Pembangunan Revitalisasi Pasar Rakyat di Sioban telah capai 20 persen. Rabu, (5/9).

Figurnews.com- Pemerintah kabupaten kepulauan Mentawai melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Mentawai Revitalisasi Pasar Rakyat di Desa Sioban, Kecamatan Sipora selatan.

Sumber Dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 penugasan Bidang Pasar, Kementrian Perdagangan RI, Nomor : 19/SPK-PPK/PSR-Sioban/VII-2019, sebesar Rp. 1.538.608.000,-.


"Jadi ini adalah Program pusat DAK 2019 penugasan tahun 2019 untuk pasar Sioban yang telah masuk kategori layak Revatilisasi," ungkap Kepala Seksi Perdagangan Disperindagkop, Gerpandi S Kepada Wartawan di ruangannya. Rabu, (4/8)

Menurutnya program ini merupakan usulan Pemerintah kabupaten kepulauan Mentawai melalui Kepala Daerah Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet kepada Kementrian Perdagangan RI terkait DAK 2019 penugasan Bidang Pasar.

"Sehingga ini menjadi dasar bagi Kecamatan dalam memberdayakan dan Pedagang Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM di masing-masing kecamatan," tambahnya.

Berdasarkan Peraturan Bupati kabupaten kepulauan Mentawai No 16 tahun 2016. Tentang pengelolaan pasar oleh pihak kecamatan. Kecamatan mempunyai kewenangan mengelola pasar. Termasuk memungut Retribusi pasar ke para pedagang dan pelaku UMKM. Namun pihaknya tetap menyarankan ke Camat untuk memprioritaskan pedagang lama.

Ini menjadi dasar dalam memberdayakan Pedagang dan Pelaku UMKM di setiap kecamatan. Termasuk untuk memungut jasa Retribusi dari Pedagang. Selanjutnya Retribusi menjadi Pendapatan Anggaran Daerah, paparnya yang disapa Gerry itu.

Sedangkan jenis Revitalisasi Pasar Rakyat di Sioban berupa pasar Kios dengan ukuran 3X3 meter sebanyak 16 Unit. Dengan ukuran itu, Masyarakat dapat memanfaatkan Kios sebagai tempat penyimpanan barang jualan.

"Kita juga akan mengusulkan Pasar los saat ini menjadi Kios sebanyak 8 Unit, jika disetujui pada tahun 2020 atau pembangunan pada tahap ke dua," terangnya.

Kemudian untuk hasil Retribusi dari pedagang di Desa Sioban dikatakan berkisar antara Rp. 900 ribu hingga Rp. 1 juta lebih per perbulan.

"Kita akan selalu berusaha untuk meningkatkan pasar Rakyat sehingga berdampak baik bagi Jual Beli Pedagang dan pembeli, Apalagi dulunya disini hanya ada 3 Kios dan Los pasar yang diisi oleh 15 pedagang," tutup Gerry.

Selain Desa Sioban, Pembangunan Pasar Rakyat juga dilaksanakan di Desa Sikabaluan, kecamatan Siberut Utara dengan Sumber Anggaran DAK 2019 sebesar Rp. 1.472.713.291,-. Waktu pelaksanaan 150 hari Kalender.

Dilain tempat Kontraktor Pelaksana CV. Tiga Putri Chania Revatilisasi Pasar Rakyat Sioban, Abdi mengatakan, saar ini pengerjaan telah mencapai 18 sampai 20 persen per item yang terdiri dari Unit Kios Pasar, MCK, Bak Sampah, tangki air, Drainase dan Gapura serta penataan pakir roda dua.

Mengenai Distribusi Logistik tidak ada kendala. Semua berjalan sesui rencana. Namun pihaknya tetap fokus dalam keselamatan dan Kebersihan Pekerja dan Masyarakat.

"Selain menjaga Kualitas bangunan, kita juga menjaga keselamatan pekerja. Serta yang terpenting lagi kebersihan Areal Kegiatan. Apalagi posisi kegiatan pembangunan ini berada ditengah-tengah Masyarakat, ini menjadi prioritas kita," kata Abdi.

Kemudian untuk menghindari debu yang berdampak buruk pada udara di area itu, pihaknya menyirami jalan setiap hari dengan air.

"Kita targetkan Revitalisasi Pasar Rakyat di Sioban selesai pada akhir bulan November ini. Setelah itu kita akan melakukan Serah terima denga Dinas Koperindag," tutup Abdi.

Wartawan: Erik Virmando
Lebih baru Lebih lama