Padang(Sumbar),FN - Dalam Konfrence Pers Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar pada hari Selasa 5 November 2019, melaporkan bahwa di bulan Perekonomian Sumatera Barat yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2019 mencapai Rp62,88 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp43,82 triliun.
Sedangkan Ekonomi Sumatera Barat triwulan III-2019 tumbuh 5,16 persen (y-on-y) melambat dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 5,24 persen. Namun Ekonomi Sumatera Barat triwulan III-2019 mengalami pertumbuhan sebesar 2,41 persen (q-to-q). Dalam penyampaian tersebut Sukardi Kepala BPS Sumbar juga menyinggung berbagai persoalan yang memicu terjadi peningkatan diberbagai sektor.
Untuk tenaga kerja memang ada peningkatan, hal itu diungkapkan oleh Sukardi sekaitan dalam pertemuan tersebut. Untuk bulan Agustus 2019, jumlah Angkatan Kerja di Sumatera Barat sebanyak 2,60 juta orang, meningkat 46,9 ribu orang dari Agustus 2018.
TPAK pada Agustus 2019 tercatat sebesar 67,51 persen, naik sebesar 0,25 poin dibanding setahun yang lalu. Dan ini juga jadi perhatian kita bersama, dalam menyalurkan dari berbagai sektor yang sangat dibutuhkan. TPT pada Agustus 2019 sebesar 5,33 persen turun 0,22 poin bila dibandingkan bulan Agustus 2018 (5,55 persen).
Secara umum Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Sumatera Barat pada triwulan III-2019 mengalami penurunan bila dibandingkan triwulan II-2019. ITK pada triwulan III 2019 sebesar 102,25 sedangkan triwulan II-2019 sebesar 129,17 .
Turunnya nilai ITK disebabkan oleh menurunnya indeks variabel pembentuk ITK, yaitu pendapatan rumah tangga, menurun dari 137,58 menjadi 107,83 sedangkan pengaruh inflasi terhadap total pengeluaran rumah tangga menurun dari 113,83 pada triwulan II 2019 menjadi 98,7 pada triwulan III 2019 dan variabel volume/frekuensi konsumsi turun dari 128,58 pada triwulan II 2019 menjadi 93,47 pada triwulan III 2019.
Tags:
BPS Prov. Sumbar