Jumlah Wisman Datang Ke Sumatera Barat Melalui BIM Bulan Oktober 2019 Meningkat 18,96 Persen

Padang(Sumbar),FN - Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Sumbar mengadakan Vicon Jalan Khatib Sulaiman dilantai 2, Senin 2 Desember 2019 jam 11.00 Wib.

Dalam acara tersebut juga dipimpin langsung Sukardi Kepala BPS Prov. Sumbar menyampaikan tentang perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi di Provinsi Sumatera Barat selama bulan November 2019. Dan terjadi disebabkan berbagai faktor yang berkaitan turun 0,36 bahan makanan, 0,02 makan jadi, turunnya 0,01 sandang, sedang pendidikan tidaka ada peningkatan, dan transpor naik 0,01 kota Padang.

Pada bulan November 2019 terjadi Deflasi 0,34 %, sedangkan tahun kalender 2019 terjadi 1,65 % maka tahun ke tahun terjadi Inflasi 1,81 % dan ini tidak mempengaruhi.

Sedangkan di kota Bukittinggi juga terjadi pada tahun kalender 2019, Inflasi 1,32 %  dan tahun ke tahun juga terjadi Inflasi sebesar 1,74 % . Dan ini dipicu dari harga cabe merah," terang Sukardi pada awak media.

Di samping itu NTP (Nilai Tukar Petani) serta harga Gabah di Sumatera Barat untuk November 2019 tercatat sebesar 96.99 % atau naik 1,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 95,87 % pada bulan Oktober. Sedangkan bulan November 2019 NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 94,76% untuk subsektor tanaman pangan (NTPP), 84,04% untuk subsektor hortikultura (NTPH), 100,95 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR), 105,39 untuk subsektor peternakan (NTPT), dan 102,35 untuk subsektor perikanan (NTPN). Subsektor perikanan terbagi menjadi dua, yaitu subsektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya dengan NTP masing-masing sebesar 104,94 dan 101,72.

Sedangkan pada bulan November 2019 rata-rata harga gabah kualitas GKP di tingkat petani mengalami peningkatan sebesar 0,09 persen dari Rp 5.729,06 per kg (Oktober 2019) menjadi Rp 5.734,22 per kg (November 2019), dan di tingkat penggilingan mengalami peningkatan sebesar 0,12 persen dari Rp 5.834,24 per kg (Oktober 2019) menjadi Rp 5.841,13 per kg (November 2019)

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bulan Oktober 2019 mencapai 5.276 orang, mengalami peningkatan 18,96 persen dibanding wisman September 2019 yang tercatat sebanyak 4.435 orang.

Sedangkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Barat bulan Oktober 2019 mencapai rata-rata 59,45 persen; mengalami kenaikan 5,50 poin dibanding TPK bulan September 2019 sebesar 53,95 persen.

Namun jumlah barang yang diangkut melalui angkutan laut dalam negeri Sumatera Barat pada bulan Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 0,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dan penyebabnya ada beberapa faktor yang memicu terjadi penurunan jumlah barang yang diangkut.

Untuk nilai ekspor Sumatera Barat bulan Oktober 2019 mencapai US$106,57 juta, terjadi penurunan sebesar 22,85 persen dibanding ekspor bulan September 2019. Dan secara kumulatif ekspor Sumatera Barat Januari-Oktober 2019 mencapai US$1068,16 juta atau turun sebesar 21,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk Golongan barang ekspor pada bulan Oktober 2019 paling besar adalah lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$78,53 juta, diikuti oleh golongan karet dan barang dari karet sebesar US$14,29 juta. Namun nilai impor Sumatera Barat bulan Oktober 2019 mencapai US$21,58 juta, terjadi peningkatan sebesar 19,80 persen dibanding impor bulan September 2019. Dan secara kumulatif nilai impor Sumatera Barat JanuariOktober 2019 mencapai US$391,11 juta atau mengalami penurunan 18,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lebih baru Lebih lama