Menjabat Beberapa Bulan, UPTD SMPN 2 Harau Terima Penghargaan Adiwiyata.

Kab. Limapuluh Kota.(Sumbar),FN - Beberapa Bulan belakangan ini UPTD SMPN 2 Kecamatan Harau menerima Adiwiyata dan Lomba UKS sekabupaten Limapuluh Kota.

Hal tersebut tidak bisa lepas dari kegigihan sang Kepala Sekolah yang baru Eri Satria S.Pd yang sebelumnya menjabat Kepala Sekolah UPTD SMPN 1 Akabiluru.

Kecerdasan dan keuletan Kepala Sekolah dengan dibantu segala unsur yang ada disekolah ini ternyata Membuahkan Hasil yang Seimbang. Penghargaan dan penghargaan silih berganti mulai diterima dan membuahkan hasil yang sempurna.

"Untuk memenangkan Lomba sekabupaten ini memang tidak gampang,"ucap Kepala Sekolah Eri Satria S.Pd saat diwawancarai Figurnews di ruang kerjanya (24/2)

Lanjutnya,"Kami melakukan ini melalui gerakan Sosial dan Spontanitas seluruh komponen yang ada disekolah, mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha, Siswa siswi ikut berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan Green School atau Sekolah Hijau."

'Dan untuk lomba tingkat Provinsi yang mewakili Kabupaten Limapuluh Kota, kami telah mempersiapkan diri sedini mungkin. Mulai dari persiapan Infrastruktur yang mengacu pada Sekolah sehat.

"Sekolah sehat itu terindikasi pada, ujar Kepsek itu melanjutkan, Sekolah yang Rindang dan Bernuansa Hijau atau lebih dikenal dengan Green School.

"Dan kami juga sering melakukan Gotong Royong bersama dengan Siswa sambil menanami pohon seperti yang kami namakan dengan Jum at Bersih.

Langkah ini kami lakukan agar terciptanya suasana yang tenang dan nyaman dalam pelaksanaan proses belajar dan mengajar, ucap Kepala UPTD SMPN 2 Harau itu.

Ditempat yang sama, Wakil Kepsek. Zukhrisam S.Pd juga menjelaskan pada Media ini. "Untuk menunjang Kesuksesan ini, kami dari pihak sekolah telah menunjuk beberapa Pokja (Kelompok Kerja).

"Pokja Green House mempersiapkan Pembibitan, sedangkan Pokja Kebun untuk membuat lubang dan menanami Bibit yang telah dipersiapkan.

'Lubang lubang itu digali dengan kedalaman sekitar 50 cm. Setelah digali, lubang itu diisi dengan sisa sisa makanan. Setelah lubang itu terisi, lubang itu ditutupi dengan tanah kembali.

'Setelah menunggu dua sampai tiga Minggu kedepan, baru kami tanami lubang itu dengan bibit yang baru.

"Tanaman itu kami isi dengan bibit tanaman obat obatan tradisional dan sayur sayuran.

"Sedangkan untuk pengolahan sampah, kami telah mendatangkan Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten. Dan kami juga telah memberitahukan pada siswa agar mengerti, mana sampah Organik dan mana sampah Non Organik.

"Untuk sampah Plastik atau botol air mineral, kami buat seperti Sedekah Sampah. Contohnya, botol botol plastik itu kami masukkan kedalam sebuah karung dan kami letakkan di suatu tempat.

"Kalau ada saudara saudara kita yang lewat disekolah ini seperti Pengumpul barang bekas kami persilahkan untuk mengambilnya. Itu kami lakukan agar siswa siswi kami biasakan dengan bersedekah sejak usia dini. (FN 053)
Lebih baru Lebih lama