Gambar : Ilustrasi
Solok(Sumbar), Figurnews.com
Keberadaan masker di Kota Solok sudah sangat langka, sejumlah toko obat dan apotek tidak lagi memiliki stok untuk dijual. Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa waktu belakangan.
Di Kimia Farma kota Solok saja, stok masker sudah kosong sejak dua bulan terakhir. Masker habis diborong oleh masyarakat sementara pasokan sudah tidak ada lagi dari distributor sejak Januari 2020. Pantauan awak media di Kimia Farma Kota Solok di kasawan Pandan, sejumlah masyarakat silih berganti datang untuk membeli masker, namun mereka harus pulang dengan tangan kosong.
"Stok masker kita sudah tidak ada sejak bulan Januari 2020 kemarin. Sudah sangat langka sekarang, sementara banyak masyarakat yang memburu untuk jaga-jaga dari wabah virus Corona ," kata Okli Muliadi, Selasa (3/2/2020).
Disebutkannya, jenis masker yang banyak dicari adalah masker merek sensi. Di Kimia Farma biasanya hanya dijual sekitar Rp75 ribu per kotak dengan isi 50 lembar.
"Kita menjual per kotak harganya sekitar Rp75 ribu, sesuai harga sistem, tapi sekarang harganya yang di pasaran sudah tidak masuk akal dan stoknya juga bisa dibilang sulit," ujarnya.
Khusus di Kimia Farma, biasanya stok masker dipasok dari sejumlah produsen masker seperi Citra Medika, Kimia Farma dan produsen lainnya.
"Biasanya kami hanya hanya pesan sekitar 50 boks untuk satu bulan, tapi sejak dua bulan terakhir sudah tidak ada pasokan masuk, jadi kosong," terangnya.
Salah seorang warga yang datang ke Kimia Farma, Warni mengaku sudah berkeliling kota Solok untuk membeli masker, namun belum dapat. Sejumlah toko obat dan apotik sudah dikunjungi.
"Sudah keliling dari tadi, semua tempat yang saya tanyakan sudah tidak ada jual masker, habis karena sudah tidak ada pasokan masuk," sebutnya.
Informasi yang beredar di masyarakat, sejak merebaknya kasus virus Corona , harga masker melambung tinggi, bahkan satu boksnya berkisar antara Rp200-300 ribu per boks, namun barangnya bisa dikatakan tidak ada. (KP*/Sw)
Solok(Sumbar), Figurnews.com
Keberadaan masker di Kota Solok sudah sangat langka, sejumlah toko obat dan apotek tidak lagi memiliki stok untuk dijual. Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa waktu belakangan.
Di Kimia Farma kota Solok saja, stok masker sudah kosong sejak dua bulan terakhir. Masker habis diborong oleh masyarakat sementara pasokan sudah tidak ada lagi dari distributor sejak Januari 2020. Pantauan awak media di Kimia Farma Kota Solok di kasawan Pandan, sejumlah masyarakat silih berganti datang untuk membeli masker, namun mereka harus pulang dengan tangan kosong.
"Stok masker kita sudah tidak ada sejak bulan Januari 2020 kemarin. Sudah sangat langka sekarang, sementara banyak masyarakat yang memburu untuk jaga-jaga dari wabah virus Corona ," kata Okli Muliadi, Selasa (3/2/2020).
Disebutkannya, jenis masker yang banyak dicari adalah masker merek sensi. Di Kimia Farma biasanya hanya dijual sekitar Rp75 ribu per kotak dengan isi 50 lembar.
"Kita menjual per kotak harganya sekitar Rp75 ribu, sesuai harga sistem, tapi sekarang harganya yang di pasaran sudah tidak masuk akal dan stoknya juga bisa dibilang sulit," ujarnya.
Khusus di Kimia Farma, biasanya stok masker dipasok dari sejumlah produsen masker seperi Citra Medika, Kimia Farma dan produsen lainnya.
"Biasanya kami hanya hanya pesan sekitar 50 boks untuk satu bulan, tapi sejak dua bulan terakhir sudah tidak ada pasokan masuk, jadi kosong," terangnya.
Salah seorang warga yang datang ke Kimia Farma, Warni mengaku sudah berkeliling kota Solok untuk membeli masker, namun belum dapat. Sejumlah toko obat dan apotik sudah dikunjungi.
"Sudah keliling dari tadi, semua tempat yang saya tanyakan sudah tidak ada jual masker, habis karena sudah tidak ada pasokan masuk," sebutnya.
Informasi yang beredar di masyarakat, sejak merebaknya kasus virus Corona , harga masker melambung tinggi, bahkan satu boksnya berkisar antara Rp200-300 ribu per boks, namun barangnya bisa dikatakan tidak ada. (KP*/Sw)
Tags:
Solok
