Foto: Pelantikan dan pengambilan sumpah PNS. Senin, (02/03/2020).
Pelantikan dan pengucapan sumpah dilakukan Bupati kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet dan disaksikan Wakil Bupati kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake, Sekretaris Daerah (Sekda) Mentawai, Martinus Dahlan dan Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).
Pada pidatonya, Bupati kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet menyampaikan 3 hal yang perlu diperhatikan PNS selama bertugas yakni, Sikap, Ilmu Pengetahuan dan terlatih.
Diawal pidatonya Yudas mengatakan PNS hendaknya dapat menyikapi aturan yang berlaku, sesui Peraturan Pemerintah (PP) 74 tahun 2008 tentang perubahan atas PP 19 tahun 2017 tentang pasal PNS profesi guru (fungsional) tidak bisa pindah selama 8 tahun.
“Ada pepatah minang mengatakan, jan sampai tungkek mambaok rabah. Artinya, Anda itu adalah PNS jadi jangan anda berperilaku seperti politisi dan pemberontak. Anda datang kesini untuk membantu pemerintah dan masyarakat bekerja dengan hati untuk mengeluarkan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan,” ujarnya.
Pertama sikap, dikatakan perlunya PNS menganalisa berbagai persoalan seperti isu yang belum ada faktanya. Apabila tidak ada sikap untuk menganalisa isu tersebut PNS akan terpengaruh untuk melanggar aturan yang telah berlaku.
Ia menerangkan, apabila ada persoalan maka hendaklah menyelesai secara berjenjang baik ditingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. Pasalnya disetiap instansi telah memiliki pimpinan yang bakal menyelesaikan persoalan tersebut.
Yudas mengatakan bahwa PNS saat ini rata-rata lulusan Sarjana. Maka dari pada itu baik PNS tenaga kesehatan, guru dan teknis dapat memahami tradisi-tradisi Masyarakat setempat agar tidak adanya jarak antara petugas dan Masyarakat.
Dijelaskan bahwa agar Petugas PNS disana agar dapat memahami cara pandang dan cara pikir Masyarakat setempat. Petugas hendaknya dapat memaklumi dan menerima cara-cara Masyarakat tersebut agar terciptanya komunikasi yang baik antara petugas dan masyarakat.
“Petugas kesehatan hendaknya jemput bola, jangan menunggu. Misalkan apabila dia pergi kerumah warga lalu mengatakan ventilasi rumah, bapak tidak ada ini tidak baik untuk kesehatan. Tetapi Masyarakat tidak tahu apa itu. ventilasi. Maka disinilah perlu memasuki cara pandang tersebut dengan cara mengganti bahasa,” terangnya.
Kemudian kedua Ilmu Pengetahuan, dikatakan melalui ilmu pengetahuan adanya penyesuai ilmu akademisi denga ilmu lokal. Dimana petugas PNS hendaknya dapat menyesuaikan diri dengan penduduk lokal sehingga tidak adanya jarak antara petugas dan masyarakat.
“Budaya luar dan budaya lokal sudah pasti berbeda. Tetapi itu yang perlu kita sesuikan, jangan ditantang dan dilawan. Jadi kita sendiri juga tidak bisa merubah dan membawa mereka dari peradaban yang lama. Dan jangan terlalu memandang rendah orang lokal. Karena itu yang menjadi penghalang bagi petugas untuk membantu Masyarakat,” paparnya.
Terakhir, Terlatih dikatakannya petugas PNS perlu kreatif dan inovatif dalam berpikir. Misalkan saat memberikan pelajaran ilmu tentang laut, petugas dapat mengajak murid belajar sambil mandi laut melihat jenis hewan didalam karang laut.
“Lalu lihatkan kelapa, apakah ini akar serambut atau akar tunggal begitu juga dengan pasir pantai. Tentu kita dapat menjelaskan asal usul pasir dan lain sebagainya,” katanya.
Maka disimpulkan Yudas bahwa alam dapat dijadikan bahan untuk dipelajari. Dan ini yang disebut dengan terlatih dalam memanfaatkan alam menjadi pelajaran.
Apalagi ada petugas yang dapat menemukan suatu yang baru ditempat dia ditugaskan. Dari pengalaman dan penelitian terhadap suatu pembelajaran dan ini menjadi prestasi bagi Instansi terkait, tutupnya. (ev)
Tags:
Kabupaten Mentawai