Merasa Dianak Tirikan Dalam Pembagian BLT, Beberapa Warga Datangi Kantor Camat Bukit Barisan

Kab. Limapuluh Kota, Figurnews.com

Beberapa Warga Nagari Koto Tangah kecamatan Bukit Barisan yang tepatnya di Jorong Paninjauan merasa Kecewa dengan Pemerintahan Nagari Setempat.

Pasalnya, beberapa warga yang memang layak mendapatkan bantuan terdampak Covid - 19 ini, sampai Media ini turun kelokasi tersebut belum mendapatkan apa apa, Baik itu bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kemensos ( Kementerian Sosial)  maupun Bantuan dari Anggaran Dana Desa.

Salah satu warga juga menyebutkan bahwa dia pernah didata dan ikut rapat mengenai Bantuan PKH, jangankan bantuan itu didapatkan, dipanggil saja saya tidak pernah, padahal semua kawan kawan yang ikut rapat pada waktu itu sudah menerima bantuan, tinggal saya sendiri yang tidak dapat ujar Warga itu pada Figurnews.

Beda lagi dengan warga yang lain, yang juga sempat didatangi Media ini bersama dengan LSM Tipikor KPK (27/5) ketika ditanyakan mengenai bantuan mengatakan, "Alhamdulillah sampai hari ini kami sekeluarga belum pernah mendapatkan bantuan.

" Lihatlah keadaan kami ujarnya pada Figurnews, Saya tak tau apa penyebab nama kami tidak masuk dalam daftar penerima bantuan bantuan itu katanya melanjutkan.

"Apakah keluarga kami tidak layak menerima bantuan ujar warga itu lagi. Dan apa kriteria masyarakat yang mendapatkan bantuan itu, ujarnya dengan wajah sedih.

Is, salah satu Ninik Mamak di Jorong Paninjauan tersebut mengatakan saat dikonfirmasikan Media ini menjelaskan, " Saya tak tahu harus ngomong apa lagi.

"Saat Nagari meminta tanah untuk Masjid, Sekolah, Poskesri kami dengan suka rela memberikannya. Namun kenapa pihak Nagari seakan tidak mau mencantumkan nama nama anak kemenakan saya.

"Padahal, ujar Ninik Mamak itu lagi, kalau dibanding dengan warga lain yang telah mendapatkan bantuan, anak kemenakan sayapun berhak untuk menerima bantuan itu.

Mendapatkan keluhan dari warga itu, Media ini mencoba hubungi Wali Nagari Koto Tangah (Zamri) melalui telpon seluler (27/5) siang, mengatakan, Silahkan datang ke kantor saya, ujarnya singkat.

Beruntung Wali Jorong Paninjauan (Khairul) tak lama berselang muncul di Rumah warga tersebut, Media ini langsung mengkonfirmasikan mengenai hal tersebut, " Apa Kriteria warga yang berhak menerima bantuan itu tanya Figur pada Wali Jorong,

" Yang pertama ada 14 kriteria dan kalau kita ikuti petunjuk itu tidak ada warga yang akan dapat bantuan tersebut.

Berapa Anggaran Dana Desa yang diperuntukkan bagi warga yang terkena dampak Covid -19 ini tanya Figurnews

Sekitar 25 % dari Anggaran Dana Desa yang nilai ADD kami saat ini sebesar Rp. 800 Jutaan. Dan dipotong Rp.10 juta untuk mendirikan Posko dan membeli alat alat yang dibutuhkan.

Dijorong Paninjauan ini berapa KK (Kepala Keluarga) yang belum mendapat bantuan dan itu diluar dari warga yang sudah mendapat bantuan dari PKH dan BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai) ujar Media ini pada Khairul,

" Ada sekitar 30 KK lagi dan 10 KK diantaranya sudah kami masukkan dalam BLT Dana Desa.

Apa solusi bagi warga yang lain, tanya Figurnews lagi, " Kalau nanti ada Bantuan dari Anggaran APBD Daerah akan kami masukkan nama nama warga yang belum mendapatkan bantuan itu, ucap Khairul.

Ketika Disinggung mengenai GOR (Gedung Olah Raga) yang dibangun dari Anggaran Dana Desa, kenapa Pintu GOR itu diberi Papan Silang seperti di Segel tanya Figurnews pada Wali Jorong.

"Nanti akan kita musyawarahkan dengan Masyarakat, jawab Khairul lagi

Menurut informasi dari Masyarakat, tanah tempat berdirinya bangunan tersebut Surat suratnya Pinjam Pakai tanya Figur lagi.

"Tidak, jawab Wali jorong, tanah itu sudah dihibahkan pemiliknya ujarnya pada Media ini

Ninik Mamak (Is) pemilik tanah itu langsung menyela. Tidak ada hibah ditempat berdirinya bangunan itu.

Yang saya tanda tangani hanya Pinjam Pakai bukan surat Hibah, ujar Ninik Mamak itu didepan Masyarakat dan LSM TIPIKOR KPK.

Mengenai Persoalan diatas, Figurnews mencoba meminta Pendapat dari Rahmad TIPIKOR KPK yang mengatakan...

Lihat Video dibawah ini..... (FN 053)
Lebih baru Lebih lama