Foto: Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet (kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan, Lahmuddin Siregar (kiri)
MENTAWAI. FN- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai memperkuat Tiga Puskesmas dan Satu Rumah Sakit Pratama serta Tenaga Medis di 4 Pulau Besar Mentawai.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk upaya penanganan Kasus Virus Korona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di masa Tatanan Kehidupan Baru atau New Normal pada 08 Juni 2020 mendatang.
Ada sebanyak 15 Puskesmas tersebar di 10 kecamatan atau 4 pulau besar kabupaten kepulauan Mentawai.
Dari 15 Puskesmas tersebut terdapat 3 Puskesmas sebagai tempat penanganan kasus Covid-19 di 4 pulau besar itu yakni Puskesmas Mapaddegat di Pulau Sipora, Puskesmas Muara Siberut di Pulau Siberut dan Puskesmas Sikakap di Pulau Pagai utara dan Selatan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Lahmuddin Siregar selaku Juru Bicara Penanganan Penyebaran Covid-19 Mentawai bahwa Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai daerah Kepulauan tentu perlu memperkuat penanganan Covid-19 di 4 pulau besar Mentawai.
“Mentawai sebagai daerah kepulauan, tentu harus bisa mengatasi Covid-19 dimasing-masing pulau. Misalkan apabila cuaca tidak baik masyarakat tidak perlu di bawa ke RSUD Mentawai yang terletak di kepulauan Sipora,” ungkapnya kepada Wartawan pada Konfrensi Pers lalu. Kamis. (28/05/2020).
Disetiap Puskesmas itu pihaknya menyiapkan 1 Tim Relawan atau 5 Tenaga Medis terdiri dari 2 Perawat dan 3 Dokter.
“Mudah-mudahan dengan kurun waktu yang ada ini Puskesmas bisa kita siapkan. Kemaren kita telah merekrut 31 orang tenaga medis bila masih ada kekurangan tenaga kita coba merekrut lagi untuk menambah kekuatan kita,” terangnya.
Ia menjelaskan dibentuknya relawan itu bertujuan guna dapat menangani penyakit lain seperti ibu hamil dan ibu menyesui. Tentu perlu penambahan jumlah tenaga medis.
Lahmuddin menjelaskan tenaga perawat laki-laki di masa Pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan. Apalagi disaat perawat perempuan memiliki halangan lain.
Pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap III ini di Pulau Sipora sebagai pusat ibukota kabupaten kepulauan Mentawai, 3 Puskesmas tetap diupayakan berjalan maksimal. Hal itu dikarenakan banyaknya jumlah Pelaku Perjalanan daerah Terjangkit (PPT).
"Ini merupakan tugas kita untuk menjaga kondisi kesehatan Masyarakat di kabupaten kepulauan Mentawai," tutupnya. (ev)
