SUNGAI RAMBUTAN OGAN ILIR , FIGURNEWS .COM – Setiap hujan turun, banjir selalu melanda sebagian titik wilayah di Kabupaten Organ Ilir , Sumatera Selatan ,Salah satunya banjir kini dirasakan oleh warga yang bermukim di dusun UPT 2 Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara.
"Banjir ini terjadi sudah sejak lama tak hanya merendam Jalan dan juga merendam permukiman rumah warga meski hujan hanya sekitar satu jam saja genangan air hingga mencapai setinggi lutut orang dewasa," kata Sarjono salah satu warga setempat pada media Rabu (3/6/2020).
Mereka menduga banjir terjadi akibat saluran parit yang terlalu dangkal, sehingga dusun ini menjadi langganan banjir terus menerus. Kondisi ini membuat warga setempat mengeluh lambatnya perhatian pemerintah Kabupaten Ogan Ilir yang tidak tanggap menangani persoalan ini.
“Sudah puluhan tahun rumah kami menjadi langganan banjir, tetapi tidak ada langkah yang nyata dari pemerintah kabupaten, bahkan terkesan menutup mata atas persoalan yang menimpa warganya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, banjir yang melanda pemukiman mereka pada tahun 2010 dan 2013 adalah merupakan banjir terparah sepanjang sejarah, sebab banjir kala itu mencapai dua hingga tiga meter.
"Nah ini yang harus kami waspadai pak" sehingga sejarah banjir yang silam tidak terulang kembali apalagi seperti kondisi saat ini mewahnya Pandemi Covid -19 hingga di perlakukannya PSBB di semua wilayah kami mau mengungsi kemana ," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa sungai Rambutan melalui Sekertaris Desa Sukimin saat di wawancarai terkait dampak banjir yang menimpa warganya mengatakan, persoalan banjir di dusun UPT 2 ini sesungguhnya merupakan persoalan saluran pembuangan yang tidak berfungsi dengan baik.
“Sebab setiap hujan turun, kondisi air di saluran pembuangan berjalan lambat, akibat pendangkalan parit - parit tersebut ,” terangnya.
Oleh kerena itu, Untuk mengatasi persoalan banjir di Desa Sungai Rambutan kita tidak bisa berjalan sendiri dan perlu dibutuhkan partisipasi dari pihak pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam melakukan perbaikan saluran air yang sudah sangat dangkal sejak puluhan tahun lamanya.
"Ya, ini sudah pernah kami sampaikan kepada BPBD Kabupaten Ogan Ilir dan instansi lainnya untuk melakukan normalisasi/ pencucian saluran air , agar air hujan dapat dibuang ke parit primer dan air bisa lancar surutnya namun hingga sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya," tutupnya.(Sdr)
"Banjir ini terjadi sudah sejak lama tak hanya merendam Jalan dan juga merendam permukiman rumah warga meski hujan hanya sekitar satu jam saja genangan air hingga mencapai setinggi lutut orang dewasa," kata Sarjono salah satu warga setempat pada media Rabu (3/6/2020).
Mereka menduga banjir terjadi akibat saluran parit yang terlalu dangkal, sehingga dusun ini menjadi langganan banjir terus menerus. Kondisi ini membuat warga setempat mengeluh lambatnya perhatian pemerintah Kabupaten Ogan Ilir yang tidak tanggap menangani persoalan ini.
“Sudah puluhan tahun rumah kami menjadi langganan banjir, tetapi tidak ada langkah yang nyata dari pemerintah kabupaten, bahkan terkesan menutup mata atas persoalan yang menimpa warganya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, banjir yang melanda pemukiman mereka pada tahun 2010 dan 2013 adalah merupakan banjir terparah sepanjang sejarah, sebab banjir kala itu mencapai dua hingga tiga meter.
"Nah ini yang harus kami waspadai pak" sehingga sejarah banjir yang silam tidak terulang kembali apalagi seperti kondisi saat ini mewahnya Pandemi Covid -19 hingga di perlakukannya PSBB di semua wilayah kami mau mengungsi kemana ," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa sungai Rambutan melalui Sekertaris Desa Sukimin saat di wawancarai terkait dampak banjir yang menimpa warganya mengatakan, persoalan banjir di dusun UPT 2 ini sesungguhnya merupakan persoalan saluran pembuangan yang tidak berfungsi dengan baik.
“Sebab setiap hujan turun, kondisi air di saluran pembuangan berjalan lambat, akibat pendangkalan parit - parit tersebut ,” terangnya.
Oleh kerena itu, Untuk mengatasi persoalan banjir di Desa Sungai Rambutan kita tidak bisa berjalan sendiri dan perlu dibutuhkan partisipasi dari pihak pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam melakukan perbaikan saluran air yang sudah sangat dangkal sejak puluhan tahun lamanya.
"Ya, ini sudah pernah kami sampaikan kepada BPBD Kabupaten Ogan Ilir dan instansi lainnya untuk melakukan normalisasi/ pencucian saluran air , agar air hujan dapat dibuang ke parit primer dan air bisa lancar surutnya namun hingga sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya," tutupnya.(Sdr)
Tags:
KABUPATEN OGAN ILIR

