Foto: Ketua Bawaslu Mentawai, Perius Sabaggalet saat diwawancarai awak Media. Senin, (15/02/2021).
MENTAWAI. FN- Mentawai sebagai salah satu dari 19 Kabupaten Kota di Provinsi Sumatra Barat, memiliki keunikan sendiri. Pasalnya Kabupaten Kepulauan Mentawai ini terpisah dari Daratan Pulau Sumatra.
Maka melalui itu Mentawai menjadi tuan rumah pada Rapat kerja terbatas (Rakertas) laporan penanganan pelanggaran Pilkada tahun 2020 dihadiri 14 Kabupaten Kota Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu di Provinsi Sumatra Barat.
Menurut Ketua Bawaslu Kepulauan Mentawai, Perius Sabaggalet bahwa Rakertas I sebelumnya dilaksanakan di Kota Bukit Tinggi. Pelaksanaan ditempat tersebut diikuti 5 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatra Barat pada Sabtu, 13 Februari 2021 lalu. Kelima Kabupaten dan Kota itu yakni, Kota Bukit Tinggi, Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Solok dan Kabupaten Agam.
Sementara itu lanjutnya, Rakertas ke II ini dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Mentawai atau Bawaslu Mentawai terpilih sebagai penyelenggara Rakertas ke II pada Selasa, 16 Februari 2021 lalu di Bundo Ghouse. Jl Raya Km-06, Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara.
"Pada tahapan rakertas ke II ini kita menjadi tuan rumah dalam agenda laporan penanganan pelanggaran Pilkada 2020 lalu," sebut Perius saat diwawancarai awak Media. Senin, (15/02/2021).
Dikatakan pihaknya sebagai penyelenggara menyampaikan laporan selama tahapan pengawasan berupa laporan pertanggung jawaban. Artinya, Bawaslu menyampaikan laporan di masing-masing divisi, dimulai pada divisi pengawasan, penindakan dan penyelesaian sengkete pada Pilkada 2020 lalu.
"Kita merasa bangga telah dikunjungi 14 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Barat," ujarnya.
Perius menyampaikan hasil tahapan pengawasan Pilkada 2020 lalu dikatakan, tidak yang bersifat fatal. Namun riak-riak sedikit tentu ada. Selanjutnya dapat diselesaikan secara mediasi.
Ia berharap kunjungan Bawaslu Kabupaten dan Kota ini tidaklah menjadi moment terakhir bagi Bawaslu Mentawai. Bawaslu Mentawai tetap siap dan bangga apabila ada lagi kunjungan serupa dan lainnya salah satunya sosialisasi.
"Sehingga daerah kita dapat dikenal secara langsung, dimana secara letak geografis Mentawai memiliki keunikan yang berbeda dari Kabupaten dan Kota lain di Sumatra Barat, artinya kita saling mengenal masing-masing daerah," tutup Perius Sabaggalet.
Pada Rakertas ke II itu diikuti 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatra Barat antara lain,Solok, Solok Selatan, Dhamasraya, Padang, Sawahlunto, Sijunjung, Padang Panjang, Pasaman, Pasaman Barat, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Tanah Datar dan Padang Pariaman. (ev)
