Kisaran Harga Toek di Goisooinan, Ada Rp300 ribu

Foto: Sekelompok Warga Goisooinan melepas toek dari batang kayu yang telah dibelah di Sungai. Sabtu, (13/02/2021).

MENTAWAI.FN- Toek seperti ulat kayu mirip cacing bewarna putih merupakan kuliner tradisional hanya dapat dinikmati di wilayah kepulauan Mentawai. Selain dikonsumi pribadi, toek juga dapat bernilai jual dengan variasi harga berbeda.

Menurut Menaria (61) Warga Goisooinan bahwa harga bervariasi itu tergantung pada besar batang kayu tempat hidupnya toek tersebut. Semakin besar batang kayu, maka harganya semakin mahal. 

"Jadi kayu ini kita ikat dan rendam di dalam air agar toeknya berdatangan, namun agar batang kayu dapat mengahasilkan banyak toek, juga dipengaruhi oleh curah hujan," sebutnya di sungai Goisooinan, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sabtu, (13/02/2021).

Ia menambahkan, apabila curah hujan banyak membuat air menjadi keruh. Tentunya hasil toek dari batang kayu tidak maksimal. Namun sebaliknya apabila air jernih, toek yang dihasilkan maksimal dan warna toekpun banyak warna putih.

"Kita rendam kayu ini biasanya selama 3 bulan hingga 10 bulan, tergantung besaran kayunya, sekali rendam dapat mencapai 10 hingga 30 batang kayu," tambah Menaria. Diameter masing-masing kayu dikatakannya berbeda. Semakin besar diameternya, maka semakin mahal harga toek tersebut. 

Adapun kisaran harga toek per batang kayu itu adalah Diameter kecil Rp20 hingga Rp50 ribu, diameter Sedang Rp50 hingga Rp100 ribu dan diameter besar Rp100 hingga Rp300 ribu. "Jadi kalau penjualan disini bukan harga banyak toeknya, tetapi harga satu batang kayu toek itu," terangnya.

Dengan penjualan toek ini sekolompok Ibu-ibu itu dapat mengurangi beban kebutuhan sehari-hari. Meski demikian ia kedepan adanya tempat penjualan toek yang pasti di Mentawai, khususnya diwilayah pulau Sipora.

"Kalau ada pembeli yang pasti tentu kita lebih semangat lagi mengembangkan usaha ini," paparnya.

Toek makanan tradisional itu menjadi pilihan bagi Masyarakat di kepulauan Mentawai. Biasanya, makan toek disungai juga menjadi tradisi masyarakat pribumi Mentawai. (ev)

Lebih baru Lebih lama