Figurnews.com - Kab.Lima Puluh Kota
Berdasarkan hasil investigasi beberapa edia (4/3/2021) ke lapangan yang tepatnya di Jorong Koto Tinggi 3 dan sekaligus bincang- bincang dengan masyarakat jorong nenan nagari maek sebagai penerima manfaat 2 (dua) buah pembangunan jembatan Pada tahun 2019 lalu.
Dari pembangunan irigasi banda panjang, masyarakat setempat sangat bersyukur atas pembangunan proyek irigasi tersebut.
Hal tersebut terucap langsung oleh masyarakat pada media yang datang ketempat itu.
Namun ada salah satu warga yang mengatakan kurang derasnya air yang menuju ke Banda Ateh Kalo, katanya saat itu.
Ucapan warga itu seakan terbantah oleh ucapan salah satu Pemuka Masyarakat yang rumahnya sempat disinggahi Media ini.
"Kurang Derasnya air ke arah Ateh kalo itu disebabkan karena, Yang pertama, ucapnya dihadapan beberapa media, pintu air yang biasanya bisa untuk menghambat dan membuka air itu tidak berfungsi sama sekali.
"Yang kedua, kata pemuka masyarakat itu lagi, Karena telah terjadi pendangkalan yang disebabkan oleh hendapan lumpur dan kerikil selama ini.
"Jadi, kalau kedua duanya bisa diperbaiki, air menuju Ateh kalo akan bertambah lancar, ucapnya lagi.
"Namun, hal tersebut tidak bisa dilaksanakan saat ini karena anggaran untuk itu belum tersedia. Dan anggaran yang tersedia hanya untuk pembangunan saluran irigasi saja, jawab pemuka masyarakat itu menambahkan.
Disisi lain, untuk kemajuan jorong nenan nagari maek, pemda lima Puluh kota melalui dinas PUPR membangun 2 (dua) buah Jembatan sekaligus pada tahun 2019 lalu.
Tanpa ada jembatan tersebut, masyarakat akan sangat kesulitan dalam berlalu lintas dalam membawa hasil-hasil bumi.
Sejak jembatan itu bisa difungsikan, ucapan terimakasih yang tak terhingga untuk Pemda datang dari berbagai masyarakat yang diwakili oleh wali nagari Apriyulianto S.Sos jorong nenan (Dedi Rahmad), Ketua Pemuda (Ade Irawan Putra), Bamus (Suara Rikem) dan tokoh masyarakat lainnya.
Untuk mengetahui lebih jelasnya tonton Video di atas sampai selesai. (FN 053)

