Palembang,Figurnews.com,-
Semenjak disepakati Maklumat dari Satgas provinsi Sumatera selatan mulai dari Gubernur,Pangdam II Sriwijaya,Kapolda, Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan Negeri. Tertanggal 22 oktober 2021 lalu yang berisi tentang himbauan Pencegahan corona virus melalui vaksinasi untuk mewujudkan herd immunity di tempat umum.
Untuk itu setiap masyarakat yang mengakses fasilitas umum diwajibkan untuk vaksin dosis satu dan dosis dua, Pengelola tempat umum seperti mall, pasar modern, Perkantoran, cafe, dan hotel wajib mengakses aplikasi PeduliLindungi, dan Perjalanan antar kota seperti Bandara, Stasiun kreta api, dan Pelabuhan, dan Anak diatas 12 tahun diwajibkan untuk divaksin dosis satu dan dua.
Menyikapi hal tersebut, Perbankanpun mengapresiasi penuh atas kebijakan pemerintah sumatera selatan,hal tersebut diungkapkan oleh Pimpinan BSI Manager area Palembang Lutfi Bukhari di dampingi oleh Area Operation and Service manager Dini Evriliany ketika ditemui diruang kerjanya, kamis (28/10/2021)
"Sebenarnya untuk Bank Syariah Indonesia (BSI) sudah menerapkan Aplikasi PeduliLindungi sejak tanggal 11 Oktober lalu tapi masih tahap sosialisasi,namun bagi masyarakat yang terkendala dengan Aplikasi tersebut diberikan kelonggaran dengan mengisi logbook yang sudah disediakan oleh BSI,"jelasnya
Menurutnya, perbankan sifatnya adalah pelayanan masyarakat maka dari itu setiap masyarakat patut untuk dilayani, pihaknya tetap memperbolehkan masyarakat yang akan melakukan transaksi di BSI dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan dialihkan dengan opsi lain seperti logbook yang tidak lama
"Kita ini sipatnya pelayanan maka bagi masyarakat terkendala menggunakan Aplikasi PeduliLindungi seperti gadget tidak suport jadi masyarakat bisa mengisi logbook dan tidak memakan waktu hanya sekitar satu menit untuk mengisi data,"ulasnya.
Masih dilonggarkannya peraturan tersebut dikarnakan masyarakat disumsel sendiri secara global belum mencapai 50 persen yang sudah divaksin. Selain itu, masyarakat juga terkendala adanya riwayat kormobit yang tidak memungkinkan untuk divaksin namun pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pusat untuk kebijakan tersebut. (Fera)