PASBAR, FIGURNEWS.COM
Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melalui Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi telah berhasil menjalankan program kerja selama tahun 2021.
| dr Hj Anna Rahmadi |
Kepala Dinas P2KBP3A dr Hj Anna Rahmadia melalui Kepala Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi Yusnirwana S. Tr.Keb mengatakan bahwa program kerja atau bakti sosial sudah berhasil dilakukan seperti Medis Operasi Wanita (MOW) yang bekerja sama dengan RS Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat pada 11-12 September. Sasarannya sebanyak 17 orang dari Sasak 7 orang, Guntul 10 orang.
“Bakti sosial ini kami lakukan dalam rangka mengatur kalahiran dalam keluarga,”katanya.
Ia menambahkan, MOW merupakan salah satu cara kontrasepsi diikuti dengan tindakan pembedahan pada saluran telur wanita. Tubektomi merupakan tindakan medis berupa penutupan tuba uterine dengan penutupan tuba uterine dengan maksud tertentu untuk tidak mendapatkan keturunan dalam jangka panjang.
“Tubektomi ialah tindakan yang dilakukan pada kedua tuba falloppi wanita yang mengakibatkan seseorang tidak dapat hamil atau tidak menyebabkan kehamilan lagi,”ujarnya.
| Yusnirwana S. Tr.Keb |
Secara umum, lanjutnya MOW atau tubektomi adalah menghambat perjalanan sel telur peerempuan agar tidak dibuahi sperma. Semakin banyaknya wanita menggunakan kontrasepsi ini tentu saja diiringi dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan tersebut tentu saja dilandasi oleh kelebihan yang ada pada proses tubektomi.
Seperti sangat efektif, tidak mempengaruhi proses menyusui (breastfeeding), tidak menghambat hubungan suami istri, satu kali tindakan, berlaku untuk selamanya( masa reproduksi), pembedahan sederhana,dapat dilakukan anastesi local, tidak ada efek samping dalam jangka panjang, tidak ada perubahan dalam fungsi seksual.
(Dodi Ifanda)