Pasaman Barat, Figurnews.com--Kekayaan alam yang dimiliki oleh Kabupaten Pasaman Barat sudah lengkap. Mulai dari pegunungan, hamparan, lembah hingga laut. Semua itu menawarkan keindahan alam yang bisa dinikmati oleh siapapun yang berkunjung ke Pasaman Barat.
Kali ini, bagi pecinta olahraga selam tidak usah ragu lagi untuk menguji dan membuktikan keindahan alam bawah laut bumi mekar Tuah Basamo ini. Untuk menjaga dan melanjutkan wisata dan keindahan alam itu, Pemerintah Daerah setempat mempercayakan kepada Decky H Syahputra sebagai Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat.
Menurut Decky H Syahputra objek wisata di Pasaman Barat tergolong lengkap. Mulai dari keindahan Gunung Talamau, keindahan pasir putih Laut Sasak Ranah Pasisie, keindahan terumbu karang laut Air Bangis. Air terjun Si Burai-Burai, Air terjun sarasah Kajai yang selalu membuat segar ketika berkunjung ke sana.
"Kalau berbicara wisata bahari, tentunya kita tidak terlepas dari keindahan laut. Salah satu laut yang bisa di selami adalah laut Air Bangis. Beberapa waktu lalu kita sudah coba selami dengan pengurus Cabang Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Possi) Pasaman Barat dan menanam seribu miniatur rumah gadang yang di tanam di dasar laut itu,"kata Decky H Syahputra.
Selain bisa menikmati keindahan laut, miniatur itu bertujuan untuk merehabilitasi terumbu karang dengan cara transplantasi. Transplantasi karang yang dilakukan bertujuan meningkatkan produksi perikanan yang sering disebut Fish Aggregation Device (FAD). FAD adalah suatu cara yang digunakan untuk mengubah suatu perairan yang sepi ikan menjadi perairan yang banyak ikan.
"Disamping berdampak pada hasil tangkap nelayan, miniatur rumah gadang yang di tanam juga bisa nantinya menjadi ikon wisata, khususnya wisata bahari Pasaman Barat .
Decky H Syahputra juga sebagai Pembina Tuah Basamo Diving Club dan POSSI Pasbar juga mengatakan jika kawasan konservasi Pasbar seluas 6.122,14 Ha. Sebagai target konservasi dalam melindungi terumbu karang dan habitat penyu, merupakan salah satu dari dua Kawasan Konservasi yang ditetapkan.
Penetapan kawasan konservasi juga sejalan dengan komitmen global di the Convention on Biological Diversity (Aichi Target 11) dan Sustainable Development Goal 14. Ia bangga karena Kawasan Konservasi Pasbar ini telah di SK kan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.
Dikatakannya, sebagai langkah rencana tindak lanjut dalam menjaga dan mengelola kawasan konservasi ini. Pihaknya akan melakukan dengan ramah lingkungan yang berkelanjutan. Sebab kawasan konservasi ini juga akan berfungsi sebagai Taman Wisata Perairan yang akan dapat dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan perikanan.
“InsyAllah tentunya akan membawa kemaslahatan bagi alam dan ekosistem laut dan masyarakat Pasaman Barat,"katanya.
(Dodi Ifanda)