Rutan Salemba Jakarta Berikan Perbekalan Untuk Para Narapidana Bercocok Tanam
Jakarta- Figurnews.com - Kegiatan di Rutan Salemba Jakarta adakan giat panen pertama kali ubi Jepang yang selama ini ditanami oleh para warga binaan.
Para warga binaan rutan salemba kelas 1 jakarta pusat memperdayakan dalam budidaya ubi jepang bersama warga binaan lainnya sudah tiga bulan menanam dan merawat kamis, (17/3/2022)
Rutan Kelas I Salemba Jakarta Pusat memanfaatkan lahan kosong seluas 3.200 meter persegi untuk menanam ubi jepang sebagai bagian dari program kemandirian untuk warga binaan.
"Marcelina Budiningsih Kadivpas Kemenkum DKI Jakarta, mengatakan kegiatan panen ubi ini sebagai bentuk mensukseskan program pemerintah terkait ketahanan pangan".
"Disini Saya senang dilibatkan dengan menanam, merawat, hingga saat ini bisa panen ubi Jepang. Kalau di dalam penjara terus saya sangat penat, dengan ini bisa hilangkan penat," di Rutan Salemba.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan akivitas kepada para napi agar bisa mandiri ketika bebas dan menjadi masyarakat umum nantinya.
Marsel Kapalas DKI Jakarta, program ini tidak akan berhenti sampai disini saja, akan tetap berlanjut kedepannya supaya warga binaan kita setelah keluar nanti mempunyai keahlian di kemudian harinya.
"Marcelina berharap kegiatan panen ubi ini sebagai bentuk turut menyukseskan program pemerintah terkait ketahanan pangan. Termasuk, mengubah pola pikir warga binaan sehingga memiliki keterampilan, ujarnya".
"Dan disini juga Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Salemba Kelas 1 A, Fonika Affandi mengatakan panen ubi Jepang ini merupakan kegiatan pertama pasca penanaman. Ada 500 kilogram ubi Jepang yang dipanen di rutan Salemba.
Saya turut senang juga karna di sini para binaan bisa menanam dan merawat hingga bisa panen nantinya yaitu untuk warga binaan. Tapi mereka ini dibekali dengan pelatihan oleh pihak ketiga," ungkap Fonika.
"Fonika berharap agar ubi Jepang ini bisa dimanfaatkan sebagai makanan cemilan seperti keripik,mie dan jenis makanan lainnya dengan berbahan dasar ubi Jepang.
Menggandeng PT (ADS) Agroniaga Dermato Saintika sebagai pihak ketiga yang menyediakan bibit, pupuk dan edukasi terkait cara penanaman kepada warga binaan.
"Dan ini untuk membentuk pemberdayaan tehadap warga binaan juga. Di sini kita mengajarkan dan mengubah cara pola pikir mereka agar mempunyai keterampilan," katanya.
Dan panen ubi Jepang ini merupakan kegiatan pertama pasca penanaman yang dilakukan sejak akhir tahun 2021.
"Di sini yang menanam, merawat hingga bisa panen yaitu warga binaan atau narapidana. Tapi mereka ini dibekali pelatihan lagi," ucapnya.
"Noni pemilik perusahaan ADS dengan harapan semua warga binaan rutan salemba begitu keluar dari masa tahanan nanti bisa mandiri, dengan memanfaatkan lahan seminimal mungkin bisa menghasilkan uang, untuk hasil panen ubi jepang kali ini di perkirakan antara 500 kg sampai 1 ton, besar haran ibu noni kerjasama ini bisa berjalan ke tahap berikutnya dan bisa di kerjasamakan di lapas" yang ada di DKI.
(Deva)