Padang(Sumbar), Figurnews.com -- Untuk kedua kalinya, tokoh masyarakat bungus mengadakan rapat konsolidasi dengan berbagai pihak sekaitan bongkar muat di pelabuhan Bungus Padang, Selasa pagi 15 Maret 2022.
Dalam rapat juga dihadiri, Kepala Pelabuhan TPI Bapak Somad Sumantri, Mayor Ismond dari Puskopal, camat Harnoldi, SH, Raizul Mailis, SE Dt Rajo Nando Ketua KAN Bungus, Rahmat Safeii, SH dari Peradi dan Syaiful Anwar Ketua SPSI Unit Bungus serta para anak nagari Bungus.
Rapat ini bertujuan untuk mencari titik penyelesaian tentang persoalan bongkar muat tanah timbunan yang akan dikirim ke Pulau Mentawai sekaitan pembangunan Pelabuhan Udara Rokot. Persoalan ini juga menyangkut tentang keberadaan anak nagari yang tidak dilibatkan dalam proyek bongkar muat tanah timbunan di pelabuhan TPI Bungus.
Mayor Ismon persoalan menerangkan persoal bongkar muat di TPI
Pak Somat Sumantri sebagai kepala pelabuhan juga menengahi persengketa atara Primkopal dengan anak nagari Bungus.
Dari Mayor Laut Ismon pihak dari Primkopal menjelaskan tentang persoalan yang dialami saat ini, memang mengakui ada kerjasama dengan PT CIBAS dalam bongkar muat tanah timbun di pelabuhan ini. Pekerjaan ini di sub kepada kami dan ada perjanjian.
"Kami (Primkopal) memang kerja ini di Sub kekami oleh PT CIBAS. Dari dulu niat kami baik, karena ini kampung kami juga, tapi karena Menteri PKP datang dan dikeluarkan PP 85 itu musibah buat kami pak. PT Adi Karya telah PKS dengan PT CIBAS dan PT CIBAS telah PKS dengan kami (Primkopal). Mau maju atau mundur tidak bisa pak, apa pun akibatnya konsekwensi tanggung. Untuk diketahui, dari PP 75 ke PP 85 dan tarif kapal bersandar selama ini naik menjadi 500 persen, sehingga saat ini Primkopal masih hutang sama pak Somad setengah miliar lebih," papar Mayor Laut Ismon dalam rapat tersebut.
Ketua KAN angkat bicara dalam Rapat di TPI Bungus
"Saya sebagai Ketua KAN Bungus sangat menyesali sikap dari pihak Pelabuhan yang tidak melibat SPSI Bungus dalam kegiatan bongkar muat tanah timbunan di Pelabuhan TPI. Dan kami dilecehkan, seolah-olah nagari ini tidak ada orangnya,"ucap Raizul Mailis, SE Dt Rajo Nando dalam rapat dengan nada tinggi.
"Kami hanya minta konstribusi buat anak nagari, mereka sejak pademi Covid 19 sangat susah mencari makan. Karena selama ini hak-hak buruh dan kontribusi untuk nagar Alhamdulillah hanya Assalamualikum yang kami terima selama ini. Dan itu jawaban dari bapak Primkopal tadi, nah kita bukan mencari itu, bahwa sa nya kita mencari aie yang janih sayak yang landai apa solusi yang terbaik sanang samo sanang. Nah kalau buntu jalan ini, kemaren kita wanti-wanti pak dan kita jalan sendiri-sendiri,"tambahnya lagi.
Lanjut Raizul Mailis, SE Dt Rajo Nando Ketua KAN Bungus," Kalau bisa, kenapa jalan sendiri-sendiri, kalau ninik mamak ko, indak ado karuah indak janih do pak indak ado kusuik indak salasai pak, apa salahnya kita bersama-sama, ngapain kita ribut-ribut, ngapain kita panjang-panjang lebar cari solusinya. Kalau memang buntu, sampai dimana pun kita akan cari kebenarannya."
Dalam pertemuan tersebut, Mayor Laut Ismon sebagai Kepala Primkopal akan menjelaskan persoalan ini kepada komandan dan akan menyampaikan hasilnya ini besok pagi secepat mungkin.(Y)