SUMBER REZEKI MUBA, FIGURNEWS.COM -- Berlangsung nya Paparan Visi dan Misi Para Calon Kepala Desa Sumber Rezeki 3 Maret 2020 kemarin di halaman depan Kantor Desa Ketua panitia Pilkades menyampaikan kepada para calon dan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut mengeluh, dengan adanya dana operasional pelaksanaan Pilkades yang sangat miris.
Pasalnya dengan harapan dana operasional dari kabupaten Muba konon Sebasar 90 juta per desa dapat untuk melaksanakan kegiatan Pilkades dan justru malah terkesan menjadi beban panitia penyelenggara Pilkades Desa Sumber Rezeki.
Menurut Ketua panitia penyelenggara Pilkades Desa Sumber Rezeki Slamet Nuryadi dalam pidatonya di hadapan tamu undangan dan ketiga kandidat calon kades saat paparan Visi dan Misi mengatakan bahwa ,dana tahap pertama keluar 50 % namun yang cairkan hanya sebesar Rp 5000.000. ini kan sangat membingungkan panitia sedangkan pelaksanaan Pilkades harus di jalankan.
"Kami bingung bapak -- bapak, bagaimana tidak pelaksanaan Pilkades sudah dekat, namun dana operasional sangat tipis , untungnya para calon membantu dana operasional kalau tidak dari mana Ini sumber dananya untuk menjalankannya agar Pilkades berjalan dengan lancar,"pungkasnya dalam sambutan ketua panitia Pilkades Slamet Nuryadi ( 03/03).
Sementara itu menanggapi hal tersebut warga yang enggak mau di sebutkan namanya mengatakan bahwa "ini sejarah pengalaman yang sangat terburuk, ketua Pilkades Desa Sumber Ruzeki mengeluhkan biaya operasional.
Lagi warga mempertanyakan "apakah tidak ada Kas Desa untuk menalangi biaya operasional Pilkades sehingga ketua panitia pelaksanaan Pilkades mengeluh.
"Tak mungkin selama enam tahun di desa sumber Rezeki tidak mempunyai Kas desa inikan sangat lucu bin ajaib" tutupnya.(Sdr)
Pasalnya dengan harapan dana operasional dari kabupaten Muba konon Sebasar 90 juta per desa dapat untuk melaksanakan kegiatan Pilkades dan justru malah terkesan menjadi beban panitia penyelenggara Pilkades Desa Sumber Rezeki.
Menurut Ketua panitia penyelenggara Pilkades Desa Sumber Rezeki Slamet Nuryadi dalam pidatonya di hadapan tamu undangan dan ketiga kandidat calon kades saat paparan Visi dan Misi mengatakan bahwa ,dana tahap pertama keluar 50 % namun yang cairkan hanya sebesar Rp 5000.000. ini kan sangat membingungkan panitia sedangkan pelaksanaan Pilkades harus di jalankan.
"Kami bingung bapak -- bapak, bagaimana tidak pelaksanaan Pilkades sudah dekat, namun dana operasional sangat tipis , untungnya para calon membantu dana operasional kalau tidak dari mana Ini sumber dananya untuk menjalankannya agar Pilkades berjalan dengan lancar,"pungkasnya dalam sambutan ketua panitia Pilkades Slamet Nuryadi ( 03/03).
Sementara itu menanggapi hal tersebut warga yang enggak mau di sebutkan namanya mengatakan bahwa "ini sejarah pengalaman yang sangat terburuk, ketua Pilkades Desa Sumber Ruzeki mengeluhkan biaya operasional.
Lagi warga mempertanyakan "apakah tidak ada Kas Desa untuk menalangi biaya operasional Pilkades sehingga ketua panitia pelaksanaan Pilkades mengeluh.
"Tak mungkin selama enam tahun di desa sumber Rezeki tidak mempunyai Kas desa inikan sangat lucu bin ajaib" tutupnya.(Sdr)
Tags:
Kabupaten MUBA
