Jokowi Berhasil, INDONESIA Negara Asia Yang Mampu Bertahan Hadapi Covid -19

Jakarta,FN - Gonjang ganjing tentang terganggu perekonomian hampir semua negara didunia mengalami dampak penyebaran Virus Corona 19 atau Covid-19. Hal itu terungkap dari berbagai media maupun medsos yang memberitakan. Dan itu berdampak pada perekonomian di negara-negara di dunia termasuk Asia khususnya Indonesia. Dalam hal ini, juga rupiah mengalami pelemahan dari yang mengakibat melambung hingga Rp17.000,- , namun kesigapan dari Presiden Jokowi yang menginstruksikan serta pembenahan akhirnya rupiah turun menjadi Rp15.000,-.

Hal itu diutarakan oleh Gubernur BI (Bank Indonesia) dalam penyampaian pada Konsfrence Pers beberapa waktu lalu.

"Rp itu bergerak stabil, nilai tukar Rupiah akan bergerak stabil dan cenderung menguat ke arah Rp15.000 di akhir tahun.penguatan rupiah pada hari ini,"papar Gubernur BI

Hadir Virus Corona atau Covid -19 yang melanda seantaro jagat raya telah membuat kekacauan di seluruh negara. Setidaknya Virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 200 negara di dunia. Tak hanya merenggut ribuan nyawa. Virus yang telah menjadi pandemi ini juga telah menggerogoti perekonomian di Negara yang disinggahi termasuk Indonesia.

 Di tengah berbagai permasalahan dalam menanggulangi wabah tersebut Indonesia ternyata mendapat pujian dari luar Negeri. Pujian ini datang dari kreditur utama dunia Internasional Monetary Fund(IMF). Dalam hal ini, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva telah mengapresiasi langkah kebijakan ekonomi yang diambil oleh Pemerinta Indonesia untuk mengatasi Wabah Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kristalina dalam taklimat media yang diadakan oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada Pers di Jenewa Swiss.

Dalam penrnyataan, Kristalina mengatakan, jika ia melihat Indonesia yang telah mengambil kebijakan yang signifikan dan tepat sasaran untuk mendukung perekonomian.

"Apa yang terjadi hari ini Indonesia mengambil langkah atau tindakan signifikan yang besar dan memiliki target yang baik untuk mendukung perekonomian untuk dapat melewati masa-masa yang sangat sulit." terang Kristalina.

Kemudian secara khusus IMF juga memuji koordinasi yang baik antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam menangani Pandemi serta memberi perlindungan oleh Pemerintah kepada UKM. Menurutnya, kedua kebijakan ini tidak hanya berdampak di lapangan, tetapi juga membantu peningkatan dinamika perekonomian Indonesia ketika situasi membaik.

"Apa yang kita lihat, Indonesia melakukannya dengan sangat baik. Adalah mereka memiliki respon yang terkoordinasi antara Menteri Keuangan dan Bank Sentral beberapa langkah yang diambil berdampak kuat pada mereka yang terdampak. Sangat mengesankan adalah melihat besarnya perhatian yang diberikan oleh Indonesia. Tepatnya masalah ini untuk melindungi perusahan-perusahan terkhususnya UMKM dalam periode ini yang akan mengizinkan mereka ketika masa pemulihan datang untuk negara itu melangkah naik. Adalah sangat baik mengingat melalui ketentuan fiskal yang ditargetkan."papar Kristalina dalam pertemuan tersebut.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, beberapa lembaga keuangan di dunia seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, dan The Economist Intelligence Unit memprediksi bahwa, hanya ada tiga negara di kelompok G 20 yang mampu bertahan ekonominya di tengah pandemi Virus Corona. Hal itu disampaikannya sa'at rapat dengan Komisi XI DPR RI. Ada pun ketiga Negara yang dimaksud itu adalah, Indonesia, China serta Hindia.

Untuk Indonesia, Bank Dunia memperkirakan ekonominya akan tumbuh sebesar 2,1 persen pada 2020. Meski demikian, mereka tak memungkiri, pertumbuhan Indonesia punya potensi minus hingga 3,5 persen akibat virus corona. Dampak dari pandemik Covid-19 membuat berbagai negara mengkombinasikan kebijakan penanganan dan stimulus ekonomi yang besar. Ini disebabkan eskalasi penyebarannya juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Global dan Indonesia.

Sebelumnya Pemerintah telah membuat sknario pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia tahun diperkirakan mencapai 2,3 persen. Selain itu Pemerintah juga telah menggelontorkan stimulus pertama terkait pariwisata dan stimulus kedua untuk menjaga daya beli masyarakat serta kemudahan ekspor impor. Sedangkan untuk stimulus ketiga, Pemerinta menambah anggaran belanja dan pembiayaan penanganan Covid -19 yang mencapai Rp405,1 triliun.

'Pemerintah memutuskan total tambahan belanja dan pembiayaan ABPN Tahun 2020 untuk penanganan Covid -19 hingga sebesar Rp405,1 triliun,"ujar Jokowi dalam penyampaiannya di Istana Negara.

#. Sumber POIN






Lebih baru Lebih lama