Pasaman Barat(Sumbar),FN - Update Senin tanggal 13 April 2020, Up Date data Masyarakat terkait Covid-19 di wilayah Kab.Pasaman Barat.
Menurut data dilapangan Total Kumulatif ODP (Orang Dalam Pemantauan) sekitar 145 Orang dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) : 5 Orang. Sedang Pelaku Perjalanan ada sekitar 8391 Orang untuk sementara.
Dari segi Positif Covid -19 Nihil atau Negatif hingga sa'at ini. Namun ada
Tes Swab terhadap 16 Orang.
Hasil keterangan dari total kumulatif ODP 145 orang dan hanya 49 orang sudah selesai pemantauan dan 96 orang masih dalam pemantauan.
Warga berstatus notifikasi perjalanan di Kabupaten Pasaman Barat meningkat tajam. Hingga Senin (13/4/2020) siang pelaku notifikasi perjalanan berjumlah 8.391 orang.
"Padahal pada Minggu (12/4) sore, jumlah warga berstatus notifikasi masih di angka 5.972 orang," sebut Juru bicara Satuan Gugus Tugas Corona Virus Disease (COVID-19) Dinkes Pasbar, dr Gina Alecia.
Ia mengatakan, para pelaku notifikasi adalah warga Pasaman Barat yang keluar daerah kemudian balik lagi atau warga Pasaman Barat yang lama di perantauan dan mudik ke kampung.
"Dari Minggu sore hingga Senin siang, kedatangan warga dari perantauan tercatat 2.419 orang yang masuk ke Pasaman Barat, mereka ini dari daerah yang terjangkit COVID-19, baik dalam maupun dari luar Sumbar," katanya.
Untuk itu dr Gina meminta, agar mereka para pelaku notifikasi diharapkan melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Dengan itu, dapat melindungi keluarga dan masyarakat sekitar.
Kemudian, jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan yang penting. Namun jika terpaksa keluar rumah, harus memakai masker, cuci tangan setiap sebelum dan sesudah keluar rumah.
"Jika selama karantina ada gejala, seperti demam segera melapor ke tenaga kesehatan, jangan menahan diri karena ini untuk kebaikan bersama," pintanya.
Ia menambahkan, sedangkan terhadap upaya atau pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan yang cukup tinggi, pihak nya bersama lintas sektor berupaya untuk terus memantau pelaku perjalanan, agar dapat melaksanakan karantina mandiri.
dr Gina menjelaskan, pelaku ODP yang ada saat ini, merupakan pelaku perjalanan yang demam, batuk dan pilek. Dari 145 orang itu 49 orang di antaranya sudah selesai dilakukan pemantauan dan saat ini dalam kondisi sehat.
Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasbar, hingga Minggu (12/4/2020) sore, tercatat 149 ODP (49 sehat), 5 orang PDP (rapid test pertama negatif) dan 8.391 orang pelaku notifikasi perjalanan.
Diperbatasan kabupaten Pasbar dengan Propinsi Sumatera Utara tepatnya di Kampung Baru kecamatan Ranah Batahan, Perbatasan Kabupaten Pasbar - Kabupaten Agam di Batang Timah Kinali, dan pos Sinuruik Kecamatan Talamau,pengendara penumpang kendaraan diberlakukan pemeriksaan kesehatan.
Pelaku Perjalanan dari Negara /Area Terjangkit
Pelaku dari negara/area transmisi lokal yang tidak bergejala wajib melakukan monitoring Mandiri terhadap kemungkinan munculnya gejala selama 14 hari sejak kepulangan. Setelah kembali dari negara/area transmisi lokal sebaiknya mengurangi aktivitas yang tidak perlu dan menjaga jarak kontak (lebih kurang 1 meter) dengan orang lain
.
Jika dalam 14 hari timbul gejala.maka segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan membawa HAC yang diberikan di pintu masuk negara
.
Petugas pintu masuk negara diharapkan melakukan notifikasi ke Dinas Kesehatan setempat sesuai dengan alamat yang tertera di HAC. Dinas Kesehatan yang menerima notifikasi dapat meningkatkan kewaspadaan dan diharapkan melakukan komunikasi resiko kepada pelaku perjalanan dengan memanfaatkan telepon pesan singkat.
Bagi anda warga Kebupaten Pasaman Barat yang merasakan gejala demam tinggi, batuk, nyeri tenggorokan dan sesak nafas, hubungi
Hotline Service Satgas Tekhnis Covid-19 Pasbar
Dr. Novri Aswandi (Ketua Satgas Dinkes) ☎️081396045210
Dr. Gina Alecia (Juru Bicara Satgas Dinkes)
☎️ 085263011244
(Dodi Ifanda)
Menurut data dilapangan Total Kumulatif ODP (Orang Dalam Pemantauan) sekitar 145 Orang dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) : 5 Orang. Sedang Pelaku Perjalanan ada sekitar 8391 Orang untuk sementara.
Dari segi Positif Covid -19 Nihil atau Negatif hingga sa'at ini. Namun ada
Tes Swab terhadap 16 Orang.
Hasil keterangan dari total kumulatif ODP 145 orang dan hanya 49 orang sudah selesai pemantauan dan 96 orang masih dalam pemantauan.
Warga berstatus notifikasi perjalanan di Kabupaten Pasaman Barat meningkat tajam. Hingga Senin (13/4/2020) siang pelaku notifikasi perjalanan berjumlah 8.391 orang.
"Padahal pada Minggu (12/4) sore, jumlah warga berstatus notifikasi masih di angka 5.972 orang," sebut Juru bicara Satuan Gugus Tugas Corona Virus Disease (COVID-19) Dinkes Pasbar, dr Gina Alecia.
Ia mengatakan, para pelaku notifikasi adalah warga Pasaman Barat yang keluar daerah kemudian balik lagi atau warga Pasaman Barat yang lama di perantauan dan mudik ke kampung.
"Dari Minggu sore hingga Senin siang, kedatangan warga dari perantauan tercatat 2.419 orang yang masuk ke Pasaman Barat, mereka ini dari daerah yang terjangkit COVID-19, baik dalam maupun dari luar Sumbar," katanya.
Untuk itu dr Gina meminta, agar mereka para pelaku notifikasi diharapkan melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Dengan itu, dapat melindungi keluarga dan masyarakat sekitar.
Kemudian, jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan yang penting. Namun jika terpaksa keluar rumah, harus memakai masker, cuci tangan setiap sebelum dan sesudah keluar rumah.
"Jika selama karantina ada gejala, seperti demam segera melapor ke tenaga kesehatan, jangan menahan diri karena ini untuk kebaikan bersama," pintanya.
Ia menambahkan, sedangkan terhadap upaya atau pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan yang cukup tinggi, pihak nya bersama lintas sektor berupaya untuk terus memantau pelaku perjalanan, agar dapat melaksanakan karantina mandiri.
dr Gina menjelaskan, pelaku ODP yang ada saat ini, merupakan pelaku perjalanan yang demam, batuk dan pilek. Dari 145 orang itu 49 orang di antaranya sudah selesai dilakukan pemantauan dan saat ini dalam kondisi sehat.
Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasbar, hingga Minggu (12/4/2020) sore, tercatat 149 ODP (49 sehat), 5 orang PDP (rapid test pertama negatif) dan 8.391 orang pelaku notifikasi perjalanan.
Diperbatasan kabupaten Pasbar dengan Propinsi Sumatera Utara tepatnya di Kampung Baru kecamatan Ranah Batahan, Perbatasan Kabupaten Pasbar - Kabupaten Agam di Batang Timah Kinali, dan pos Sinuruik Kecamatan Talamau,pengendara penumpang kendaraan diberlakukan pemeriksaan kesehatan.
Pelaku Perjalanan dari Negara /Area Terjangkit
Pelaku dari negara/area transmisi lokal yang tidak bergejala wajib melakukan monitoring Mandiri terhadap kemungkinan munculnya gejala selama 14 hari sejak kepulangan. Setelah kembali dari negara/area transmisi lokal sebaiknya mengurangi aktivitas yang tidak perlu dan menjaga jarak kontak (lebih kurang 1 meter) dengan orang lain
.
Jika dalam 14 hari timbul gejala.maka segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan membawa HAC yang diberikan di pintu masuk negara
.
Petugas pintu masuk negara diharapkan melakukan notifikasi ke Dinas Kesehatan setempat sesuai dengan alamat yang tertera di HAC. Dinas Kesehatan yang menerima notifikasi dapat meningkatkan kewaspadaan dan diharapkan melakukan komunikasi resiko kepada pelaku perjalanan dengan memanfaatkan telepon pesan singkat.
Bagi anda warga Kebupaten Pasaman Barat yang merasakan gejala demam tinggi, batuk, nyeri tenggorokan dan sesak nafas, hubungi
Hotline Service Satgas Tekhnis Covid-19 Pasbar
Dr. Novri Aswandi (Ketua Satgas Dinkes) ☎️081396045210
Dr. Gina Alecia (Juru Bicara Satgas Dinkes)
☎️ 085263011244
(Dodi Ifanda)
Tags:
Kab. Pasaman Barat


