Demi Menjaga Daerahnya, Petugas Pos Perbatasan Pasbar Berlebaran di Jalan

 
Pasaman Barat, Figurnews.com

Meskipun libur lebaran, petugas di pos perbatasan Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Sumatera Utara tepatnya di Kampung Baru Kecamatan Ranah Batahan tetap melaksanakan tugas menjaga daerah itu.

 
"Dihari pertama lebaran, arus lalu-lintas terpantau sepi. Namun kita tetap komit menjaga pos perbatasan ini," tegas Staf BPBD Pasaman Barat yang menjaga perbatasan, Kuria Sakti, Minggu.

Menurutnya hari pertama lebaran ini pengendara terpantau masih sepi, hanya penduduk lokal sekitar daerah ini yang memadati jalanan.

Warga banyak melintas diri kampung sebelah seperti Jorong Manisak, Sampuran  jalan Lidang dari Kampung Baru Desa Baru dan Ranah Batahan.

Meskipun warga sekitar, mereka tetap diperiksa kesehatannya dengan melakukan cek suhu badan.

"Bagi pengendara atau pelaku perjalanan mudik kita batasi bahkan terpaksa kita suruh  balik arah," tegas Kuria Saktu.

Ia mengakuu saat lebaran ia rela tidak berkumpul dengan keluarga. Ia masih di pos penjagaan perbatasan untuk menegakkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai 29 Mei nanti.

Kuria Sakti menambahkan Proses penjagaan di pos  Chek Point masih sama seperti biasanya. Pihaknya tetap melakukan penjagaan disejumlah pos.

Ada tiga pos Chek Point  di kKabupaten Pasbar dengan Propinsi Sumatera Utara tepatnya di Kampung Baru kecamatan Ranah Batahan, Perbatasan Kabupaten Pasbar - Kabupaten Agam  di Batang Timah Kinali, dan pos Sinuruik Kecamatan Talamau, pengendara  penumpang kendaraan diberlakukan pemeriksaan kesehatan

"Selama masa pandemi Covid-19, masyarakat untuk tetap mematuhi lemerintah. Masyarakat agar tidak mudik, untuk dapat melaksanakan lebaran dirumah aja. Masyarakat tetap dapat bersilaturahmi virtual secara online," imbaunya.

Para petugas yang mejaga pos perbatasan di Kampung Baru Ranah Batahan terdiri atas personel gabungan dari kepolisan empat orang personil, dua orang dari Dinas Kesehatan dan  tiga orang TNI.

Kemudian dua orang dari BPBD Pasaman Barat, tiga orang dari Dishub Propinsi Sumbar dan ASN Pemkot Padang.

"Kami tetap menghentikan setiap kendaraan yang hendak masuk Pasaman Barat. Melakukan pemeriksaan dan melakukan pencatatan," tegasnya.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia menjelaskan hingga Minggu (24/4) total Kumulatif ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 264 orang dengan keterangan 251 orang sudah selesai pemantauan dan 13 orang masih dalam pemantauan.

Untuk total kumulatif PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebanyak 13 orang dengan hasil swab 12 orang negatif, sembilan orang sehat, meninggal empat orag  ( 1 org hasil swab belum keluar atas nama S (50th) meninggal dunia)

"Untuk total pelaku lerjalanan sebanyak 26.955 orang. Kemudian total kumulatif OTG (Orang Tanpa Gejala) sebanyak 44 orang. Kasus positif satu orang yang saat ini diisolasi di BLPP Bandar Buat Padang," jelasnya.

Ia mengharapkan kepada warga agar tetap ikuti aturan pemerintah dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi keselamatan bersama.

"Mari rajin cuci tangan dengan sabun , selalu memakai masker, jaga jarak dan jangan mudik. Semoga kita semua dapat terhindar dari COVID-19," katanya.


(Dodi Ifanda Pasaman Barat)
Lebih baru Lebih lama