Pasaman Barat, Figurnews.com
Pedagang mainan anak-anak di pasar Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengeluhkan penurunan pembeli di hari pertama Idul Fitri 1441 Hijriah, Minggu.
"Berbeda dengan lebaran tahun dulu di hari pertama ini. Omset saya menurun drastis karena sepi pembeli," kata salah seorang pedagang mainan anak-anak di Pasar Simpang Empat, Taupik (43), Minggu.
Berbeda pada Lebaran dahulu dari penjualan mainan anak-anak berupa pistol-pistol bisa beromset Rp4-5 juta perhari. Saat ini hanya Rp700 ribu.
"Turun drastis. Pembeli jauh berkurang dibadingkan tahun lalu. Mungkin pengaruhwabah COVID-19 ini," katanya.
Ia berharap wabah ini cepat berlalu karena sangat memberikan dampak kepada masyarakat. Apalagi dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat ini.
Sebelum PSBB,Taupik dagang jualan mainan anak-anak (Toys) di lokasi keramaian resepsi pesta. Namun karena pembatasan keramain saat Wabah Covid-19 ini, ia musti beralih profesi sebagai kuli bangunan.
Ia berharap dapat bantuan dari pemerintah "Jika BLT tersebut disalurkan bagi masyarakat yang terdampak Corona, tentunya kami pedagang kecil yang biasa di berjualan di saat keramaian pesta, seyogyanya saat kami tidak bisa jualan lagi musti mendapat bantuan, tapi sampai sekarang tidak menerima bantuan BLT tersebut. Akhirnya kita turun ke jalan berjualan mainan". harap Taupik.
Pantauan di sekitar pasar Simpang Empat-Jambak-Simpang Tiga pedagang mainan anak-anak bermunculan di hari pertama lebaran namun sepi pembeli.
Menurut pedagang mereka berjualan mainan anak-anak saat Lebaran biasanya peminat mainan pistol-pistol cukup tinggi. Aneka mainan anak-anak dibeli dari Bukittinggi dan Padang.
Aneka mainan anak berharga bervariasi, mulai dari Rp5.000 sampai Rp150.000.
Untuk mainan pistol harga jualnya mulai dari Rp5.000 sampai Rp40.000, sedangkan jenis senapan Rp15.000 hingga Rp85.000 per buah, sedangkan mobil-mobilan dari Rp10.000 hingga Rp200.000.
Aneka mainan yang dijualnya didatangkan dari Bukittinggi dan Padang serta sebagian lainnya didatangkan dari Pekan Baru dan Payakumbuh.
Salah seorang pembeli mainan untuk anaknya Ramayulis (35) mengatakan mainan pistol-pistol merupakan mainan favorit anak-anak saat lebaran.
"Dari pengakuan pedagang pembeli dihari pertama ini sepi dibandingkan di hari pertama tahun lalu. Diduga karena mewabahnya COVID-19 sehingga masyarakat enggan keluar rumah," sebutnya.
Dari pantauan Minggu sore di pasar Simpang Empat,Pasbar terlihat dejumlah toko tutup dan lalu-lintas di sekitar bundaran sepi.
Pantauan di pasar Simpang Empat dan sekitarnya di hari pertama lebaran, Minggu (24/5) banyak pertokoan tutup.
Hari pertama lebaran memang biasanya tokok dan warung banyak tutup. Yang banyak bermunculan pedagang mainan, jelas Ulis
Ia menduga pemilik tokok atau warung banyak yang pulang kampung atau pergi berlebaran ke rumah sanak familnya.
Ia mengatakan toko dan warung masih tutup karena kemungkinan sebagian besar masyarakat masih melakukan kegiatan silaturahmi antar sesama dan memilih berkumpul dengan keluarganya.
Menurutnya biasanya toko dan warung tersebut tutup hingga tiga sampai empat hari setelah lebaran.
Selain toko, warung kecil juga banyak yang tutup sehingga warga sulit mencari kebutuhan sembilan bahan pokok.
"Pasar Simpang Ampek, pasar Kinali dan pasar Ujung Gading rata-rata pada umumnya banyak yang tutup," sebut warga lainnya Men (40).
Ia menjelaskan aktivitas toko kemungkinan baru normal pada Selasa (26/5) karena pegawai negeri sipil sudah masuk kerja kembali.
Simpang Empat merupakan ibu kota Kabupaten Pasaman Barat yang dihuni berbagai etnis mulai dari Minang, Mandailing, Batak dan Jawa.
Daerah Simpang Empat banyak dihuni oleh warga pendatang, apalagi para pemilik toko atau warung didominasi oleh pendatang mulai dari Bukittinggi, Agam, Pariaman dan Padang.
(Dodi Ifanda)
Pedagang mainan anak-anak di pasar Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengeluhkan penurunan pembeli di hari pertama Idul Fitri 1441 Hijriah, Minggu.
"Berbeda dengan lebaran tahun dulu di hari pertama ini. Omset saya menurun drastis karena sepi pembeli," kata salah seorang pedagang mainan anak-anak di Pasar Simpang Empat, Taupik (43), Minggu.
Berbeda pada Lebaran dahulu dari penjualan mainan anak-anak berupa pistol-pistol bisa beromset Rp4-5 juta perhari. Saat ini hanya Rp700 ribu.
"Turun drastis. Pembeli jauh berkurang dibadingkan tahun lalu. Mungkin pengaruhwabah COVID-19 ini," katanya.
Ia berharap wabah ini cepat berlalu karena sangat memberikan dampak kepada masyarakat. Apalagi dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat ini.
Sebelum PSBB,Taupik dagang jualan mainan anak-anak (Toys) di lokasi keramaian resepsi pesta. Namun karena pembatasan keramain saat Wabah Covid-19 ini, ia musti beralih profesi sebagai kuli bangunan.
Pantauan di sekitar pasar Simpang Empat-Jambak-Simpang Tiga pedagang mainan anak-anak bermunculan di hari pertama lebaran namun sepi pembeli.
Menurut pedagang mereka berjualan mainan anak-anak saat Lebaran biasanya peminat mainan pistol-pistol cukup tinggi. Aneka mainan anak-anak dibeli dari Bukittinggi dan Padang.
Aneka mainan anak berharga bervariasi, mulai dari Rp5.000 sampai Rp150.000.
Untuk mainan pistol harga jualnya mulai dari Rp5.000 sampai Rp40.000, sedangkan jenis senapan Rp15.000 hingga Rp85.000 per buah, sedangkan mobil-mobilan dari Rp10.000 hingga Rp200.000.
Aneka mainan yang dijualnya didatangkan dari Bukittinggi dan Padang serta sebagian lainnya didatangkan dari Pekan Baru dan Payakumbuh.
Salah seorang pembeli mainan untuk anaknya Ramayulis (35) mengatakan mainan pistol-pistol merupakan mainan favorit anak-anak saat lebaran.
"Dari pengakuan pedagang pembeli dihari pertama ini sepi dibandingkan di hari pertama tahun lalu. Diduga karena mewabahnya COVID-19 sehingga masyarakat enggan keluar rumah," sebutnya.
Dari pantauan Minggu sore di pasar Simpang Empat,Pasbar terlihat dejumlah toko tutup dan lalu-lintas di sekitar bundaran sepi.
Pantauan di pasar Simpang Empat dan sekitarnya di hari pertama lebaran, Minggu (24/5) banyak pertokoan tutup.
Hari pertama lebaran memang biasanya tokok dan warung banyak tutup. Yang banyak bermunculan pedagang mainan, jelas Ulis
Ia menduga pemilik tokok atau warung banyak yang pulang kampung atau pergi berlebaran ke rumah sanak familnya.
Ia mengatakan toko dan warung masih tutup karena kemungkinan sebagian besar masyarakat masih melakukan kegiatan silaturahmi antar sesama dan memilih berkumpul dengan keluarganya.
Menurutnya biasanya toko dan warung tersebut tutup hingga tiga sampai empat hari setelah lebaran.
Selain toko, warung kecil juga banyak yang tutup sehingga warga sulit mencari kebutuhan sembilan bahan pokok.
"Pasar Simpang Ampek, pasar Kinali dan pasar Ujung Gading rata-rata pada umumnya banyak yang tutup," sebut warga lainnya Men (40).
Ia menjelaskan aktivitas toko kemungkinan baru normal pada Selasa (26/5) karena pegawai negeri sipil sudah masuk kerja kembali.
Simpang Empat merupakan ibu kota Kabupaten Pasaman Barat yang dihuni berbagai etnis mulai dari Minang, Mandailing, Batak dan Jawa.
Daerah Simpang Empat banyak dihuni oleh warga pendatang, apalagi para pemilik toko atau warung didominasi oleh pendatang mulai dari Bukittinggi, Agam, Pariaman dan Padang.
(Dodi Ifanda)
Tags:
Kab. Pasaman Barat


