Update 28 Mei: Total Tiga Pasien Sembuh Covid-19 di Mentawai

Foto: Konfrensi Pers

MENTAWAI. FN- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai merilis data terakhir Pasien Sembuh virus corona atau Coronavirus Disease 2019 total 3 orang. Pasien Sembuh kali ini Mahasiswa asal Sao, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan. 

Menurut data Gugus Tugas penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai tercatat ada sebanyak 6 Pasien Terkonfirmasi Covid-19. Hingga hari ini Kamis, 28 Mei 2020 tiga Pasien dinyatakan sembuh. 

Sementara itu terdapat 41 Pelaku Perjalanan daerah Terjangkit (PPT), 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 460 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Penularan Covid-19 Mentawai mengatakan, hingga 25 Mei 2020 pihaknya telah melakukan rapid tes terhadap 760 orang. 

“Hasil negatif rapid tes sebanyak 726 orang dan reaktif 34 orang. Sementara itu untuk swab yang telah diambil adalah 526 orang. Untuk sampel swab yang telah diambil ialah 708. Artinya 1 orang diambil sampel dengan jumlah yang berbeda atau 1 orang bisa diambil sample hingga 3 kali,” ujar Yudas. 

Ia menambahkan dari hasil sampel tersebut terdapat 11 sampel dinyatakan positif Covid-19. Maka dari jumlah 11 Sampel itu terdapat 6 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari 6 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu, ada 3 pasien yang telah dinyatakan sembuh Covid-19 dan tinggal 3 pasien positif-Covid-19 tengah menjalani perawatan di RSUD Mentawai. 

“Kita berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19. Dan kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan bahwa tidak ada pasien yang meninggal,” terangnya. 

Pada kesempatan itu, Yudas Sabaggalet menyampaikan bahwa pihaknya akan memperbanyak lagi tracking di wilayah Tuapejat.

Ia menghimbau Masyarakat agar berpikir Positif dalam masa Pandemi Covid-19 ini bahwa hasil Positifnya Masyarakat ditentukan oleh hasil swab Laboraturium Diagnostik Penyakit Infeksi FK Unand di Padang. 

“Orang positif Covid-19 ini bukan karena adanya urusan politik. Hal itu dapat dibuktikan bahwa yang menentukan positif dan negatifnya orang itu adalah Labor Unand Padang. Jadi kita di RSUD Mentawai tidak bisa menentukan positif dan negatifnya orang," tutupnya. (ev)

Lebih baru Lebih lama