Bantu Petani, Pemkab Agam Subsidi Program Asuransi Ternak di Agam Berlanjut

 


Lubuk Basung, Figurnews.com - Usaha peternakan sapi atau kerbau memiliki berbagai resiko kematian yang diakibatkan kecelakaan, bencana alam, penyakit termasuk resiko hilang dicuri.

Sejak diluncurkannya program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) oleh pemerintah, kini para peternak sapi dan kerbau di Kabupaten Agam pun bisa tersenyum. Layanan AUTS/K dari BUMN PT Jasindo membuat para peternak bisa tidur nyenyak.

Seperti dijelaskan Kepala Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu didampingi Kasi Pembibitan Ternak Dinas Pertanian Agam Jafrika, Kamis (20/1/2022).

Dikatakan, program AUTS/K merupakan salah satu program unggulan Pemkab Agam yang memberi dampak positif bagi peternak. Program tersebut guna memberikan perlindungan dalam bentuk ganti rugi kepada peternak apabila ternak mereka sakit, mati atau hilang.

Akan hal itu Pemkab Agam terus mendorong peternak untuk measuransikan sapi atau kerbau betina produktif mereka dengan tujuan indukan menjadi banyak. 

"Apalagi, pemerintah sudah membuat peraturan pelarangan pemotongan betina produktif yakni Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di pasal 2," ujar Arief Restu.

Kemudian Kasi Pembibitan Ternak Bidang Peternakan Dinas Pertanian Agam Jafrika turut menjelaskan, tahun 2021 target subsidi AUTS/K Kabupaten Agam ditetapkan 100 ekor sapi atau kerbau betina produktif.

"Dari target 100 ekor, 70 ekor sapi betina produktif telah mengikuti program AUTS/K tersebut dan dari 70 ekor sapi itu, 5 ekor berhasil dilakukan klem asuransi, dua diantaranya disebabkan sakit dan 3 ekor lagi mati," ungkap Jafrika.

Tahun sebelumnya, program AUTS/K 2020 target subsidi lebih banyak yakni untuk 150 ekor, kemudian masyarakat memanfaatkan subsidi premi itu untuk 90 ekor.

"Dari 90 ekor itu, 10 ekor dibayar klem asuransinya antara lain 3 ekor karena potong paksa dan 7 ekor lagi sakit,"

Di Tahun 2020 sebut Jafrika, yang mengikuti program tersebut adalah kebanyakan masyarakat Kecamatan Lubuk Basung. Sementara di  tahun 2021, masyarakat Kecamatan IV Nagari terbanyak measuransikan ternaknya.

Penurunan target subsidi premi AUTS/K beberapa tahun belakang ini dijetahui karena refocusing anggaran pada kegiatan itu. 

Sebelum pandemi COVID-19 di tahun 2018, ada 460 ekor ternak sapi dan kerbau betina produktif telah mengikuti program layanan tersebut. Kemudian tahun 2019, sebanyak  439 ekor ternak sapi/kerbau juga telah mendapat premi subsidi asuransi dari pemerintah.

Lebih lanjut dijelaskan, peserta AUTS/K ini merupakan peternak sapi perorangan, koperasi maupun perusahaan yang maksimal menerima subsidi premi untuk 15 ekor sapi.

"Sejak tahun 2021 diberlakukan 1 KTP boleh measuransikan ternaknya maksimal 15 ekor yang disubsidi pemerintah," ujarnya.

Di samping itu, sapi atau kerbau betina harus mempunyai surat kesehatan hewan dengan usia minimal satu tahun atau masih produktif dan jangka waktu pertanggungan satu tahun dimulai sejak peternak membayar premi. 

"Jumlah premi AUTS/K yang dibayarkan sebesar 2 persen dari harga pertanggungan sebesar Rp10 juta per ekor, yaitu Rp200 ribu per ekor per tahunnya," tuturnya.

Kalau dilakukan secara mandiri, asuransi ternak sapi ini, masyarakat membayar premi Rp200 ribu per ekor per tahun.

"Karena premi disubsidi pemerintah 80 persen atau Rp160 ribu,- per ekornya per tahun, peternak hanya membayar 20 persen atau Rp40 ribu per ekor pertahunnya ditambah biaya penanda microchip atau eartag di telinga ternak sebesar Rp.10 ribu,” terangnya

Menurut Jafrika, tidak semua resiko dapat diklaim atau diganti perusahaan asuransi. 

"Risiko yang dijamin oleh AUTS/K adalah sapi atau kerbau yang mati karena penyakit, kecelakaan, beranak dan hilang karena kecurian, kemudian bencana alam dan adanya pemusnahan sapi karena terjadinya wabah atas perintah yang berwenang," sebutnya.

Diterangkan lagi, manfaat asuransi ternak bagi peternak, selain memberi ketenangan sehingga peternak dapat mengelola usahanya yang lain dengan lebih baik juga mengalihkan risiko dengan membayar premi kecil peternak terhindar dari risiko kerugian besar. Kemudian peternak mendapat jaminan perlindungan dari risiko kematian dan kehilangan sapi dan meningkatkan kredibilitas peserta asuransi terhadap akses pembiayaan (Perbankan). 

Untuk kelanjutan AUTS/K tahun 2022 ini, pihaknya sedang menunggu juklak dan juknis pelaksanaannya, termasuk target premi subsidi yang ditetapkan untuk Kabupaten Agam.

"Setelah ada petunjuk kelanjutan program AUTS/K tahun ini, bagi peternak sapi atau kerbau yang tertarik memanfaatkan bantuan subsidi premi asuransi ternak ini, silahkan datang ke Dinas Pertanian Agam di bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan," tandasnya. (Bagindo)

Lebih baru Lebih lama